Ekonomi Makro

Prabowo Undang Ray Dalio Legenda Investor Global Untuk Nasehati Para Naga

133
Prabowo Undang Ray Dalio Legenda Investor Global Untuk Nasehati Para Naga
Presiden Prabowo mengundang Ray Dalio dan konglomerat Indonesia ke Istana Merdeka untuk membahas investasi dan peran BPI Danantara Indonesia.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Presiden Prabowo Subianto mengundang investor terkemuka asal Amerika Serikat, Raymond Thomas Dalio atau Ray Dalio, ke Istana Merdeka pada Jumat (7/3/2025). Dalam pertemuan ini, Prabowo juga mengajak sejumlah konglomerat Indonesia untuk membahas pengelolaan investasi di Indonesia, khususnya melalui Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia).

Prabowo Sambut Ray Dalio di Istana Merdeka

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo menyampaikan apresiasinya atas kehadiran Ray Dalio, yang dikenal sebagai pendiri Bridgewater Associates dan memiliki pengalaman luas dalam dunia investasi global.

Penguatan Sovereign Wealth Fund

Prabowo menyoroti peluncuran BPI Danantara sebagai langkah strategis dalam menarik investasi dan mengelola dana secara berkelanjutan. Ia menegaskan pentingnya peran para investor dalam memperkuat ekonomi nasional.

“Kami telah meluncurkan sovereign wealth fund yang baru ini dan kami sangat beruntung Anda hadir di sini,” ungkap Prabowo.

Prabowo berharap Ray Dalio bisa menjadi mitra strategis bagi Indonesia dan memberikan wawasan yang kritis untuk kemajuan ekonomi nasional.

Ray Dalio dan Nasihat Investasi

Sebagai seorang investor global, Ray Dalio memiliki perspektif mendalam tentang investasi dan pengelolaan dana. Prabowo menekankan bahwa Indonesia membutuhkan masukan dari para ahli untuk memastikan strategi investasi yang tepat.

“Saya rasa Anda berada dalam posisi yang dapat berbicara kepada kami secara terbuka dan kritis,” ujar Prabowo kepada Ray Dalio.

Dengan masukan dari investor berpengalaman, Prabowo yakin BPI Danantara dapat berkembang dan memainkan peran penting dalam perekonomian nasional.

Konglomerat Indonesia Hadir dalam Pertemuan

Sejumlah konglomerat Indonesia turut hadir dalam pertemuan ini, termasuk:

  • Andi Syamsuddin Arsyad (Haji Isam) – Kalimantan Selatan
  • Sugianto Kusuma (Aguan) – Agung Sedayu Group
  • Anthony Salim – Indofood
  • Chairul Tanjung (CT) – CT Corp
  • James Riady – Lippo Group
  • Garibaldi Thohir (Boy Thohir) – Adaro Energy
  • Franky Oesman Widjaja – Sinar Mas
  • Prajogo Pangestu – Barito Pacific
  • Tomy Winata (TW) – Artha Graha
  • Hilmi Panigoro – MedcoEnergi
  • Anindya Bakrie – Kadin Indonesia

Kehadiran para konglomerat ini menunjukkan tingginya antusiasme dunia usaha terhadap potensi investasi yang dikelola oleh BPI Danantara.

Strategi Ekonomi dan Masa Depan Investasi

Dengan peluncuran BPI Danantara, Indonesia berambisi menarik lebih banyak investasi asing dan mengoptimalkan pengelolaan dana nasional. Prabowo menekankan bahwa kerja sama antara pemerintah dan sektor swasta akan menjadi kunci dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami memang memerlukan nasihat-nasihat yang kritis. Ini saya rasa kuncinya untuk bisa bagaimana kemajuan di dunia ini bisa selalu kami cari,” tutur Prabowo.

Pemerintah berharap langkah ini dapat meningkatkan kepercayaan investor global terhadap Indonesia, mempercepat pembangunan infrastruktur, dan menciptakan lapangan kerja baru bagi masyarakat.


Dengan semakin banyaknya dukungan dari investor domestik maupun internasional, Indonesia optimis dapat mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version