Sinyal dari Sang Raja! Prajogo Pangestu "Serok Bawah" CUAN, BRPT, BREN Hampir Rp25 Miliar
JAKARTA – Di tengah bayang-bayang koreksi pasar, orang terkaya di Indonesia, Prajogo Pangestu, mengirimkan pesan yang sangat kuat.
Pada 15 Januari 2026, sang konglomerat melakukan manuver “serok bawah” (akumulasi) saham-saham Grup Barito miliknya, menggelontorkan dana hampir Rp25 miliar di saat harga emiten-emiten tersebut tertekan.
Aksi insider buying ini bukan sekadar transaksi biasa. Ini adalah bentuk kepercayaan diri tertinggi dari seorang owner terhadap fundamental dan prospek masa depan perusahaannya.
CUAN, BRPT, BREN: Target Akumulasi Sang Raja
Prajogo Pangestu memilih tiga pilar utama Grup Barito untuk diperkuat kepemilikannya:
- PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN):
- Volume: Memborong 3.502.000 lembar saham.
- Harga: Di rentang harga Rp1.850 hingga Rp1.900 per saham.
- Investasi: Total dana sekitar Rp6,55 miliar.
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT):
- Volume: Menambah 3.000.000 lembar saham.
- Harga: Rata-rata Rp2.830 per saham.
- Investasi: Total dana Rp8,49 miliar, meningkatkan kepemilikan langsung menjadi 71,36%.
- PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN):
- Volume: Mengoleksi 1.000.000 lembar saham.
- Harga: Di rentang harga Rp9.525 hingga Rp9.675 per saham.
- Investasi: Total dana Rp9,61 miliar.
Secara keseluruhan, Prajogo Pangestu menggelontorkan dana sekitar Rp24,64 miliar untuk memperkokoh cengkeramannya di tiga emiten strategis ini.
Reaksi Pasar: CUAN, BRPT, BREN Mulai Menguat!
Kabar aksi borong oleh Prajogo Pangestu ini langsung direspons positif oleh pasar. Pada perdagangan Senin (19/1/2026):
- CUAN sempat menguat hingga 6,76% ke level Rp1.290.
- BRPT naik 1,77% ke level Rp2.890.
- BREN bergerak menguat menuju Rp9.700.
Meskipun harga saham CUAN masih di bawah harga rata-rata pembeliannya, sinyal positif dari sang pemilik telah memberikan sentimen kepercayaan diri bagi investor publik di tengah kondisi pasar yang dinamis.
Ini adalah bukti bahwa keyakinan seorang konglomerat bisa menjadi katalis kuat untuk membalikkan tren harga saham.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












