Geser Kebawah
Nasional

Prediksi Awal Ramadan 2025: BRIN Bicara Perbedaan Tanggal

95
×

Prediksi Awal Ramadan 2025: BRIN Bicara Perbedaan Tanggal

Sebarkan artikel ini
Prediksi Awal Ramadan 2025 BRIN Bicara Perbedaan Tanggal
BRIN prediksi awal Ramadan 2025 jatuh 2 Maret karena kriteria MABIMS, berbeda dengan Muhammadiyah yang tetapkan 1 Maret.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengeluarkan prediksi bahwa awal Ramadan 1446 H diperkirakan jatuh pada 2 Maret 2025.

Prediksi ini berbeda dengan penetapan awal Ramadan oleh Muhammadiyah yang menetapkan tanggal 1 Maret 2025.

Sponsor
Iklan

erbedaan ini muncul dari penggunaan metode penentuan hisab dan rukyat berdasarkan kriteria MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura).

Metode Penentuan Awal Ramadan

Kriteria MABIMS dan Sidang Isbat Kemenag

Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) akan melaksanakan sidang isbat pada 28 Februari 2025 untuk menetapkan awal Ramadan.

Dalam sidang ini, Kemenag menggunakan kriteria MABIMS, yang menetapkan bahwa hilal dianggap memenuhi syarat apabila mencapai ketinggian minimal 3 derajat dengan sudut elongasi setidaknya 6,4 derajat.

Proses ini merupakan upaya untuk memastikan penentuan awal bulan Hijriah didasarkan pada data astronomi yang akurat.

Prediksi BRIN oleh Profesor Thomas Djamaluddin

Profesor Riset Astronomi dan Astrofisika dari Pusat Riset Antariksa BRIN, Thomas Djamaluddin, mengungkapkan bahwa menurut perhitungan dan hasil pemantauan, hilal yang memenuhi kriteria MABIMS hanya akan terlihat di wilayah Aceh.

Di Aceh, pada saat maghrib 28 Februari 2025, hilal tercatat dengan ketinggian sekitar 4,5 derajat dan elongasi 6,4 derajat, sehingga memenuhi syarat.

Sementara itu, di wilayah lain seperti Surabaya, posisi bulan tidak mencapai kriteria tersebut; pada waktu maghrib, ketinggian toposentrik hanya mencapai 3,7 derajat dan elongasi 5,8 derajat.

Berdasarkan data ini, Thomas memprediksi bahwa penetapan awal Ramadan oleh Kemenag akan menunjuk tanggal 2 Maret 2025 sebagai 1 Ramadan 1446 H.

Perbedaan Prediksi dan Implikasi

Perbandingan dengan Penetapan Muhammadiyah

Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Ramadan 1446 H akan jatuh pada 1 Maret 2025 berdasarkan metode hisab hakiki wujudul hilal.

Perbedaan ini menimbulkan perdebatan di kalangan umat Islam di Indonesia. Sementara metode yang digunakan oleh Muhammadiyah mengutamakan pendekatan historis dan tradisional, prediksi BRIN lebih menekankan pada data astronomi dan kriteria MABIMS.

Perbedaan metodologi inilah yang menjadi sumber perbedaan tanggal awal puasa antara kedua institusi tersebut.

Implikasi Sosial dan Keagamaan

Penetapan awal Ramadan memiliki implikasi luas, tidak hanya bagi praktik keagamaan, tetapi juga bagi perencanaan kegiatan sosial dan ekonomi.

Apabila pemerintah melalui Kemenag menetapkan 2 Maret 2025 sebagai awal Ramadan, hal ini akan mempengaruhi jadwal ibadah, pengaturan waktu kerja di sektor publik, serta berbagai kegiatan sosial keagamaan.

Di sisi lain, perbedaan ini juga menciptakan dinamika diskusi di kalangan umat mengenai metode penentuan awal bulan Hijriah, sehingga mengharuskan semua pihak untuk menunggu hasil sidang isbat sebagai keputusan final.

Kesimpulan Prediksi awal Ramadan 2025 oleh BRIN

Prediksi awal Ramadan 2025 oleh BRIN yang menetapkan tanggal 2 Maret 2025 didasarkan pada metode MABIMS yang mengutamakan data astronomi.

Perbedaan dengan penetapan Muhammadiyah yang menyatakan tanggal 1 Maret 2025 menunjukkan kompleksitas dalam penentuan awal bulan Hijriah di Indonesia.

Sidang isbat Kemenag yang akan dilaksanakan pada 28 Februari 2025 diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai penetapan awal Ramadan, sehingga umat dapat menyelaraskan jadwal ibadah dan aktivitas keagamaan sesuai dengan keputusan resmi pemerintah.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru