Geser Kebawah
Nasional

Program Makan Bergizi Gratis Serap 72 Ribu Tenaga Kerja

62
×

Program Makan Bergizi Gratis Serap 72 Ribu Tenaga Kerja

Sebarkan artikel ini
Program Makan Bergizi Gratis Serap 72 Ribu Tenaga Kerja
Program Makan Bergizi Gratis dari BGN menyerap 72.521 tenaga kerja hingga Juni 2025 dan targetkan 1,5 juta lapangan kerja saat SPPG capai 32.000 unit.

72.521 Lapangan Kerja Baru Hadir dari Dapur Makan Bergizi Gratis

JAKARTA, BursaNusantara.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dijalankan Badan Gizi Nasional (BGN) sejak Januari 2025 menciptakan efek berantai besar terhadap penciptaan lapangan kerja di seluruh Indonesia.

BGN melaporkan bahwa hingga 22 Juni 2025, total 72.521 tenaga kerja telah terserap dari implementasi program tersebut.

Sponsor
Iklan

Rangkaian pekerjaan yang terbentuk mencakup berbagai sektor operasional, dari pengelolaan hingga teknis pelaksanaan distribusi makanan bergizi.

Menurut Staf Khusus BGN, Redy Hendra Gunawan, lonjakan lapangan kerja ini merupakan dampak langsung dari dibangunnya unit-unit pelayanan gizi yang tersebar di berbagai wilayah.

“Jadi 22 Juni BGN telah menyerap tenaga kerja dengan total 72.521 orang,” ujar Redy dalam konferensi pers daring pada Senin, 23 Juni 2025.

Pemetaan Detail Serapan Tenaga Kerja

Dari total serapan tersebut, sebanyak 1.837 orang menjabat sebagai Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Sebanyak 1.499 ahli gizi juga direkrut untuk memastikan akurasi pemenuhan nutrisi di setiap dapur MBG.

Setiap unit SPPG pun memiliki dukungan administratif dengan 1.481 akuntan yang menangani pengelolaan keuangan program.

Untuk pengawasan lapangan, sebanyak 1.642 kepala lapangan ditugaskan di berbagai titik distribusi MBG.

Juru masak yang merealisasikan menu harian program mencapai 1.525 orang, sedangkan jumlah chef profesional yang bergabung tercatat sebanyak 11.884 orang.

Pekerjaan Teknis Dukung Rantai Pasok

Di sisi teknis dan logistik, sebanyak 10.120 tenaga diserap untuk proses persiapan bahan baku harian.

Tenaga pemrosesan makanan bergizi mencapai 16.027 orang yang menangani proses masak besar di dapur-dapur pusat.

BGN juga mengerahkan 5.660 pengemudi untuk mendukung distribusi makanan ke titik-titik penerima manfaat.

Ruang dapur dan perlengkapan makan ditangani oleh 17.083 tenaga pencuci wadah makan.

Untuk menjaga standar kebersihan dan keamanan dapur, BGN menyerap 2.390 tenaga kebersihan serta 1.375 tenaga keamanan.

Layanan Gizi Gratis Menjangkau Jutaan Masyarakat

Redy menyampaikan bahwa hingga 22 Juni, tercatat sudah 1.837 unit SPPG resmi beroperasi di berbagai wilayah Indonesia.

Setiap unit tersebut berperan penting dalam menyalurkan makanan bergizi kepada lebih dari 5,2 juta penerima manfaat.

“Jumlah penerima manfaat hingga saat ini mencapai 5.208.939 orang,” jelas Redy dalam keterangannya.

Langkah ini sekaligus memperlihatkan pergeseran paradigma layanan sosial pemerintah menjadi lebih berbasis produktivitas kerja.

Target Ambisius: 1,5 Juta Lapangan Kerja

BGN mengungkapkan bahwa proyek MBG masih akan terus berkembang secara nasional hingga akhir 2025.

Hingga November nanti, pemerintah menargetkan pembangunan total 32.000 unit SPPG.

Apabila target itu tercapai, BGN memproyeksikan penciptaan hingga 1,5 juta lapangan kerja baru.

“Dan sampai SPPG 32.000, total target lapangan kerja mencapai 1,5 juta dari program ini,” ujar Redy menegaskan dalam akhir konferensi.

Dengan laju ekspansi dan model layanan berbasis tenaga kerja intensif, program ini diposisikan bukan hanya sebagai strategi pemenuhan gizi, tapi juga sebagai katalis utama penggerak ekonomi mikro.