PasarSaham

Prospek Cerah Mayora (MYOR) di 2025, Target Laba & Pendapatan Naik

276
Prospek Cerah Mayora MYOR Di 2025 Target Laba Pendapatan Naik
Mayora Indah (MYOR) optimistis mencetak pertumbuhan laba dan pendapatan dua digit di 2025 dengan strategi ekspansi dan efisiensi biaya.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Mayora Indah Tbk (MYOR) optimistis menghadapi tahun 2025 dengan target pertumbuhan laba bersih dan pendapatan yang agresif. Dalam earnings call terbaru dengan para analis, manajemen Mayora memaparkan strategi utama untuk memperkuat kinerja keuangan dan menghadapi tantangan pasar.

Tren Pemulihan Margin Laba Kotor

Mayora mencatatkan tren pemulihan margin laba kotor sejak awal tahun 2025. Setelah hanya mengalami sedikit peningkatan pada kuartal IV-2024, strategi kenaikan harga jual pada Februari 2025 mulai menunjukkan hasil positif. Margin laba kotor Mayora kini berada di kisaran 23%, lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yang hanya 20,9%.

Menurut Investment Analyst Lead Stockbit Sekuritas, Edi Chandren, perusahaan menargetkan margin laba kotor stabil di level 23-25% sepanjang 2025. Namun, pencapaian ini bergantung pada stabilitas harga bahan baku utama seperti kopi dan kokoa. Jika terjadi lonjakan harga, MYOR berencana melakukan penyesuaian harga jual atau langkah efisiensi lainnya.

“Jika harga bahan baku naik lagi, MYOR akan kembali menyesuaikan harga jual atau strategi biaya lainnya,” ujar Edi dalam laporannya, Minggu (9/3/2025).

Target Pertumbuhan Pendapatan & Strategi Ekspansi

Manajemen Mayora menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 12-15% secara tahunan (yoy) pada 2025. Peningkatan ini lebih didorong oleh ekspansi volume penjualan dibandingkan kenaikan harga produk. Sepanjang 2024, MYOR berhasil membukukan pertumbuhan pendapatan 15% yoy, dan tren ini diharapkan terus berlanjut.

Mayora juga melihat potensi positif dari kebijakan pemerintah, termasuk program makan bergizi gratis (MBG) yang dapat meningkatkan permintaan terhadap produk FMCG (fast moving consumer goods). Selain itu, strategi pemasaran yang lebih agresif juga menjadi fokus utama perusahaan.

Pengelolaan Belanja Modal & Peluang Dividen Lebih Tinggi

Dalam hal belanja modal (capital expenditure/capex), Mayora akan lebih efisien dibandingkan tahun sebelumnya. Manajemen menargetkan capex sebesar Rp 1 triliun pada 2025, lebih rendah dari realisasi Rp 1,8 triliun pada 2024. Sebagian besar dana capex, sekitar Rp 600 miliar, akan digunakan untuk peremajaan aset.

Lebih rendahnya alokasi capex membuka peluang bagi Mayora untuk meningkatkan rasio pembayaran dividen (dividend payout ratio). Tahun sebelumnya, perseroan membagikan dividen sebesar 38% dari laba bersih. Namun, manajemen tetap akan mempertimbangkan kondisi pasar dan volatilitas harga bahan baku sebelum mengambil keputusan final terkait dividen.

Momentum Ramadan & Prospek Saham MYOR

Sektor konsumer dan ritel modern diperkirakan akan mendapat dorongan positif selama Ramadan. Menurut analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Sutanto dan Sabela Nur Amalina, permintaan produk FMCG seperti susu, kopi, biskuit, dan produk kesehatan meningkat tajam menjelang Idulfitri.

“Beberapa produk mengalami kenaikan harga 6-18%, yang berpotensi menambah pendapatan bagi perusahaan di sektor ini,” ujar Natalia dan Sabela dalam risetnya.

Prospek Cerah Mayora (MYOR) di 2025, Target Laba & Pendapatan Naik

Seiring dengan optimisme sektor konsumer, BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi buy untuk saham MYOR dengan target harga Rp 3.050 per lembar. Saham MYOR juga menjadi salah satu dari lima saham unggulan sektor konsumer bersama ICBP, INDF, KLBF, dan SIDO.

Dengan strategi ekspansi yang terarah, efisiensi biaya, serta potensi pertumbuhan pendapatan yang solid, saham MYOR diprediksi memiliki prospek cerah sepanjang 2025. Investor disarankan untuk mencermati pergerakan harga bahan baku sebagai faktor utama yang dapat mempengaruhi margin laba dan kinerja keuangan Mayora Indah di tahun mendatang.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version