PasarSaham

Prospek Petrosea (PTRO) 2025 Cerah, Kontrak Baru Jadi Pendorong

254
Prospek Petrosea PTRO 2025 Cerah Kontrak Baru Jadi Pendorong
PT Petrosea Tbk (PTRO) optimistis menatap 2025 dengan lonjakan kontrak baru senilai Rp 64,3 triliun, didukung sinergi strategis dan ekspansi bisnis.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Petrosea Tbk (PTRO) diproyeksikan mengalami pertumbuhan signifikan pada 2025, didorong oleh lonjakan kontrak baru serta ekspansi bisnis di sektor pertambangan dan konstruksi. Perusahaan ini mencatatkan total nilai kontrak senilai Rp 64,3 triliun, menjadi yang tertinggi dalam lebih dari lima dekade eksistensinya.

Kontrak Baru dan Sinergi dengan CUAN Dorong Kinerja PTRO

Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Sukarno Alatas, menilai lonjakan perolehan kontrak PTRO didorong oleh meningkatnya permintaan akibat pemulihan ekonomi pasca-pandemi. Selain itu, sinergi strategis dengan PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) selaku pengendali baru turut memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan bisnis perusahaan.

Dengan meningkatnya nilai kontrak, pendapatan PTRO diperkirakan akan mengalami lonjakan signifikan. Hal ini diharapkan berkontribusi pada peningkatan laba bersih perusahaan yang sebelumnya mengalami penurunan 72,94% menjadi US$ 2,86 juta hingga September 2024.

Prospek Keuangan dan Strategi Bisnis PTRO

PTRO memiliki kas dan setara kas sebesar US$ 66,05 juta per September 2024, sementara liabilitas jangka pendeknya tercatat sebesar US$ 259,85 juta. Meski demikian, para analis menilai kondisi keuangan PTRO tetap solid. Menurut Chief Executive Officer Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo, profitabilitas PTRO masih berada dalam tren positif, dengan operating income growth dan net profit margin yang membaik.

Sukarno menambahkan bahwa rasio interest coverage PTRO berada di kisaran 4-6 kali, menunjukkan kemampuan perusahaan dalam membayar bunga tetap terjaga dengan baik. Selain itu, rasio lancar PTRO yang berada di atas 1,2 kali mengindikasikan fundamental keuangan yang cukup kuat.

Ekspansi Bisnis dan Inisiatif Strategis

Untuk mendukung pertumbuhan jangka panjang, PTRO telah menerbitkan obligasi dan sukuk senilai Rp 1,5 triliun. Dana ini dialokasikan secara proporsional untuk berbagai keperluan operasional, di antaranya:

  • 40% untuk pembelian material dan jasa (buy out)
  • 27% untuk biaya operasional alat berat
  • 25% untuk biaya tenaga kerja
  • 8% untuk biaya operasional lainnya

Selain itu, PTRO berencana mendirikan PT Petrosea Infrastruktur Nusantara guna meningkatkan sinergi dengan CUAN. Proyek ini akan difokuskan pada Kalimantan Tengah dan Indonesia Timur, dengan tujuan meningkatkan efisiensi operasional serta memberikan layanan yang lebih terintegrasi bagi para klien.

Transformasi Digital dan Efisiensi Operasional

PTRO terus mengembangkan platform Digital Minerva guna meningkatkan efisiensi dan produktivitas di seluruh lini bisnisnya, baik di sektor pertambangan maupun EPC (Engineering, Procurement, and Construction). Dengan penerapan teknologi ini, PTRO berharap dapat meningkatkan efisiensi pengendalian biaya serta memperkuat margin laba bersih.

Menurut analis Henan Putrihai Sekuritas, Tristan Elfan Z.R., strategi digitalisasi yang diterapkan PTRO memberikan keunggulan kompetitif dalam memperoleh kontrak baru di masa depan. Implementasi Minerva juga memungkinkan PTRO untuk lebih adaptif terhadap perubahan pasar dan kondisi industri pertambangan yang dinamis.

Proyeksi Kinerja PTRO di 2025

Tristan memperkirakan pendapatan PTRO pada 2025 akan mencapai US$ 1,04 miliar dengan laba bersih sebesar US$ 85,40 juta. Sementara itu, Sukarno memprediksi pendapatan PTRO sebesar US$ 778 juta dengan laba bersih US$ 35 juta. Perbedaan proyeksi ini mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk:

  • Fluktuasi harga batubara dan mineral
  • Penundaan jadwal proyek
  • Kondisi cuaca serta regulasi industri
  • Gangguan operasional yang mungkin terjadi

Prospek Petrosea (PTRO) 2025 Cerah, Kontrak Baru Jadi Pendorong

Melihat potensi pertumbuhan ini, para analis memberikan rekomendasi buy untuk saham PTRO. Sukarno menetapkan target harga Rp 6.000 per saham, sementara Tristan mematok target di angka Rp 4.500. Di sisi lain, Praska memberikan rekomendasi trading buy dengan target harga Rp 4.200.

Dengan dukungan kontrak besar, sinergi strategis dengan CUAN, serta transformasi digital yang berkelanjutan, PTRO optimistis dapat mencetak pertumbuhan yang solid di tahun 2025. Perusahaan ini siap menghadapi tantangan industri dengan strategi bisnis yang matang serta inovasi di berbagai sektor.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version