JAKARTA, BursaNusantara.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan pergerakan yang cukup fluktuatif pada perdagangan Rabu (26/2/2025).
Data terbaru mencatat IHSG naik 19,09 poin atau 0,29% ke level 6.606,17, meskipun tekanan jual dari investor asing masih tercatat dengan nilai bersih sebesar Rp324 miliar.
Namun, tekanan tersebut mulai mereda jika dibandingkan dengan beberapa hari sebelumnya, terutama karena spekulasi pasar mengenai peluang technical rebound.
Analisis Pergerakan IHSG
Spekulasi Technical Rebound
VP Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menjelaskan bahwa kenaikan IHSG pada penutupan perdagangan Rabu sebagian besar dipicu oleh spekulasi pasar terkait potensi technical rebound.
“Kenaikan IHSG lebih banyak terjadi menjelang penutupan perdagangan,” ucap Audi kepada Kontan. Belum ada data ekonomi signifikan yang dirilis, dan meskipun rupiah masih mengalami depresiasi serta aliran dana asing terus keluar, tekanan tersebut mulai mereda, memungkinkan pasar untuk menutup perdagangan dengan kenaikan moderat.
Proyeksi Pergerakan Hari Kamis
Menurut analisis teknikal, IHSG diperkirakan akan bergerak mixed pada perdagangan Kamis (27/2) dengan rentang pergerakan di level support 6.518 dan resistance 6.730.
Indikator RSI menunjukkan tanda-tanda pembalikan arah, meskipun MACD masih mengindikasikan pelemahan tren secara keseluruhan.
Selain faktor teknikal, sentimen negatif dari pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS serta penurunan harga minyak mentah turut berperan menekan pasar.
Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Kamis
Rekomendasi Berdasarkan Analisis Teknikal
VP Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, juga memberikan beberapa rekomendasi saham untuk perdagangan Kamis berdasarkan analisis teknikal:
- PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI):
Rekomendasi: Speculative buy
Support: Rp 4.150
Resistance: Rp 4.550 - PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA):
Rekomendasi: Buy on weakness
Support: Rp 1.470
Resistance: Rp 1.750
Analis Panin Sekuritas, Mayang Anggita, menambahkan bahwa meskipun IHSG ditutup menguat, indeks masih menunjukkan karakteristik bottoming dengan level support di sekitar 6.500, yang berpotensi menjadi dasar rebound menuju resistance terdekat, yaitu MA20 di level 6.800.
Faktor Pendukung Permintaan Saham
Meskipun tekanan eksternal seperti depresiasi rupiah dan kekhawatiran terkait kebijakan tarif impor masih ada, peningkatan permintaan untuk aset safe haven seperti emas serta dukungan dari investor institusional menunjukkan bahwa pasar masih memiliki potensi untuk rebound.
Kenaikan volume perdagangan saham juga mengindikasikan bahwa meski ada volatilitas, para investor mulai mengambil posisi di level-level support strategis.
Faktor Eksternal yang Mempengaruhi Pasar
Pengaruh Nilai Tukar dan Harga Minyak Mentah
Tekanan pada nilai tukar rupiah dan penurunan harga minyak mentah merupakan faktor utama yang turut membentuk dinamika pasar saham saat ini.
Penguatan dolar AS yang masih berlangsung menyebabkan sentimen risk off, meskipun ada kemungkinan data ekonomi AS yang kurang memuaskan dapat memberikan peluang bagi pemulihan nilai rupiah dalam jangka pendek.
Sentimen Investor Global
Pergerakan pasar global juga turut mempengaruhi IHSG. Ekspektasi terkait rencana pemangkasan suku bunga oleh The Fed dan spekulasi mengenai kebijakan tarif impor dari Presiden Donald Trump menjadi faktor yang membuat investor bersikap hati-hati.
Namun, momentum rebound teknikal yang mulai terlihat memberikan harapan bagi pasar untuk mencapai level resistance yang lebih tinggi.
Meskipun IHSG ditutup menguat pada perdagangan Rabu, tekanan eksternal seperti nilai tukar dan harga minyak mentah masih membayangi pasar.
Analisis teknikal menunjukkan potensi rebound terbatas dengan level support di 6.518 dan resistance di 6.730, dengan indikator RSI mengisyaratkan kemungkinan pembalikan arah.
Rekomendasi saham seperti BBNI dan MDKA menjadi fokus bagi para trader yang mencari peluang di pasar saham domestik.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.








