Efisiensi "Sakti" RATU: Pendapatan Turun, Laba Justru Tancap Gas ke US$14 Juta!
JAKARTA – PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), emiten energi yang terafiliasi dengan pengusaha Happy Hapsoro, kembali membuktikan taringnya di awal 2026.
Meski dihantam penurunan volume produksi dan harga jual rata-rata yang lebih rendah, emiten ini justru berhasil mencetak anomali positif pada baris laba bersihnya.
Dalam program virtual Emiten: RATU Prospects and Challenges in the Future (22/1/2026), manajemen membocorkan optimisme tinggi mengenai kinerja tahun buku 2025 yang sedang difinalisasi.
Rahasia di Balik Lonjakan Laba: Pangkas Beban!
Hingga September 2025, RATU mencatatkan laba bersih sebesar US$11,8 juta, melampaui capaian periode yang sama tahun lalu di angka US$9,2 juta. Hal ini terbilang unik karena pendapatan perusahaan sebenarnya menyusut 13% menjadi US$37,61 juta.
Direktur Keuangan RATU, Hartadi, mengungkapkan bahwa kunci kemenangan ini terletak pada penurunan drastis Cost of Goods Sold (COGS).
“Laba bersih dan EBITDA tetap meningkat karena kami berhasil menekan biaya operasional lebih efisien dibandingkan tahun sebelumnya,” jelasnya. Manajemen menargetkan laba bersih tahun penuh 2025 akan menutup di angka minimal US$14 juta.
Komitmen Dividen: Janji Manis di Tahun 2026
Bagi para pemburu dividen, Adrian, perwakilan manajemen RATU, membawa kabar segar. Perusahaan berkomitmen menjaga Dividend Payout Ratio (DPR) hingga 46% untuk tahun buku 2025. Bahkan, ada potensi rasio ini meningkat di tahun 2026.
“Kami sedang diskusi internal untuk menentukan angka pas, setelah menghitung kebutuhan belanja modal (Capex) untuk pengembangan bisnis ke depan,” tegas Adrian.
Saham “Monster”: Melesat 600% Sejak IPO
Performa fundamental yang solid ini tercermin jelas di papan perdagangan. Per 23 Januari 2026, saham RATU bertengger di level Rp8.050.
Angka ini merepresentasikan kenaikan fantastis sebesar 600% dibandingkan harga IPO-nya setahun lalu yang hanya Rp1.150. Investor tampaknya sangat mengapresiasi kemampuan manajemen dalam menjaga profitabilitas di tengah tantangan harga komoditas global.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












