Bisnis

PT Ceria Akan Produksi Ferronickel Perdana Akhir April 2025

85
PT Ceria Akan Produksi Ferronickel Perdana Akhir April 2025
PT Ceria siap produksi Ferronickel (FeNi) rendah karbon dari Smelter Merah Putih akhir April 2025, dorong posisi RI di industri nikel global.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Ceria Nugraha Indotama (Ceria) menargetkan produksi komersial perdana Ferronickel (FeNi) dari Smelter Merah Putih Line 1 akan dimulai pada akhir April 2025.

Langkah ini menjadikan produk nikel Ceria makin kompetitif di pasar global, khususnya dalam mendukung rantai pasok industri kendaraan listrik dan energi bersih.

General Manager RKEF Operation Readiness PT Ceria, Roimon Barus, menyampaikan bahwa FeNi dari smelter ini akan memiliki jejak karbon rendah.

Baca Juga: Freeport Targetkan Perbaikan Smelter Gresik Rampung Juni 2025

Hal ini dimungkinkan berkat pemanfaatan energi hijau, efisiensi tanur listrik, serta pengelolaan emisi dan limbah sesuai standar global.

“Dengan seluruh standar dan teknologi ini, PT Ceria siap menghasilkan green nickel product yang ramah lingkungan, mendukung ekonomi hijau, dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain utama industri nikel berkelanjutan berbasis ESG,” ujar Roimon, Selasa (8/4/2025).


Smelter Merah Putih Andalkan Teknologi Ramah Lingkungan

Smelter Merah Putih Ceria dilengkapi teknologi Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) berkapasitas 72 MVA yang mendukung efisiensi dan keberlanjutan.

Teknologi Rectangular Electric Furnace yang diterapkan dirancang untuk menahan panas lebih lama dan mengoptimalkan pembakaran bahan bakar.

Baca Juga: Adaro Genjot Proyek Smelter & PLTA Rp 76 T, Saham ADMR Prospektif

Efisiensi ini menurunkan konsumsi energi listrik per ton produk serta menekan emisi gas buang.

Fasilitas juga dilengkapi dust collector, manajemen limbah modern, dan sistem pemantauan emisi digital secara real-time.

Seluruh listrik untuk smelter disuplai dari PLN UID Sulselrabar yang mengantongi Renewable Energy Certificate (REC).

“Dengan penggunaan listrik hijau ini, produk Ferronickel PT Ceria memiliki jejak karbon yang minimal,” ungkap Roimon.


Produksi FeNi Siap Dimulai Akhir April

Proses hot commissioning telah berjalan sejak 23 Februari 2025. Dimulai dari pengumpanan bijih nikel ke sistem dryer hingga pemanasan tanur listrik.

Baca Juga: Bahlil Tidak Berdaya Oleh Freeport Bisa Ekspor Konsentrat Lagi

Sejak awal April, seluruh unit furnace sudah menggunakan pasokan listrik penuh.

“Kami optimis produksi komersial FeNi pertama akan terealisasi akhir April 2025,” kata Roimon.

Produksi ini menjadi titik krusial dalam pengembangan ekosistem nikel hijau nasional yang terintegrasi dari hulu ke hilir.


ESG dan Good Mining Practice Jadi Fondasi Operasional

Ceria menerapkan prinsip ESG dan Good Mining Practice secara menyeluruh, tidak hanya pada proses hilirisasi di smelter, tetapi juga di area tambang di Kolaka, Sulawesi Tenggara.

Dari sisi lingkungan, Ceria menjalankan reklamasi lahan, revegetasi, pengendalian erosi, dan perlindungan kawasan lindung.

Baca Juga: Ada Syarat Ketat! Izin Baru Freeport Ekspor Tembaga 1 Juta Ton

Manajemen air terpadu juga diterapkan untuk menjaga mutu air di sekitar area tambang.


Pemberdayaan Sosial dan Tata Kelola Transparan

Di bidang sosial, Ceria fokus pada pemberdayaan tenaga kerja lokal, pengembangan UMKM, serta program pendidikan dan kesehatan untuk masyarakat.

Ceria juga menjaga relasi yang harmonis dengan pemangku kepentingan lokal melalui dialog rutin dan transparansi informasi.

Untuk aspek governance, sistem operasional Ceria dipastikan patuh regulasi dengan pengawasan internal ketat dan keterbukaan publik.


Ekspansi Besar-besaran untuk Dukung EV Battery Supply Chain

Ceria menargetkan pembangunan empat jalur produksi RKEF dengan kapasitas total 252.800 ton FeNi per tahun atau setara 55.600 ton logam nikel.

Rencana jangka panjang juga mencakup pengembangan fasilitas Nickel Matte Converter, Nickel Sulphate, dan HPAL untuk menghasilkan Mixed Hydroxide Precipitate (MHP).

Langkah ini akan memperkuat posisi Ceria di rantai pasok baterai kendaraan listrik Indonesia.

“Sebagai perusahaan PMDN, PSN, dan Obvitnas, PT Ceria berkomitmen membangun ekosistem industri nikel yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, dari tambang hingga hilirisasi,” tutup Roimon.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version