BisnisPerdagangan & Industri

PT Freeport Jual 125kg Emas ke Antam, Dorong Hilirisasi Emas

86
PT Freeport Jual 125kg Emas ke Antam, Dorong Hilirisasi Emas
PT Freeport Indonesia jual 125kg emas ke PT Aneka Tambang dalam kontrak 5 tahun senilai US$12.5 miliar, dorong hilirisasi emas nasional dan hemat devisa ASAP

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Freeport Indonesia (PTFI) mulai menjual emas hasil olahannya sebesar 125 kilogram kepada PT Aneka Tambang (Antam) sebagai bagian dari kerja sama strategis lima tahun.

Kontrak senilai US$12.5 miliar atau setara dengan Rp203,8 triliun (kurs US$1 = Rp16.310) ini menandai tonggak penting dalam upaya hilirisasi emas nasional.

Langkah ini diharapkan dapat mengurangi impor bahan baku dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri.

Detil Kerja Sama dan Nilai Kontrak

Skema Kontrak dan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu

Dalam kerjasama ini, PTFI, yang memiliki fasilitas pemurnian dengan kapasitas produksi mencapai 50 ton emas per tahun, akan menyediakan emas untuk Antam yang diperkirakan menyerap sebanyak 30 ton.

Kontrak ini mencakup jangka waktu lima tahun, di mana Antam akan mengolah emas batangan yang dihasilkan oleh Freeport menjadi produk logam mulia berkualitas tinggi.

Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari perjanjian jual beli logam emas yang telah disepakati sejak awal November 2024. Pihak terkait menilai bahwa sinergi antara PTFI dan Antam akan mendorong pertumbuhan industri hilirisasi emas di Indonesia.

Implikasi Nilai dan Strategi Ekonomi

Kontrak senilai US$12.5 miliar ini diharapkan mampu menghemat cadangan devisa negara hingga ratusan triliun rupiah dalam lima tahun ke depan.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menyatakan bahwa langkah strategis ini merupakan bagian dari sinergi Mining Industry Indonesia (MIND ID) untuk meningkatkan nilai tambah dalam industri pertambangan nasional.

Erick menegaskan, “Kerja sama ini memberikan manfaat besar bagi perekonomian nasional. Hilirisasi adalah opsi yang tidak bisa ditawar.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi emas tidak hanya akan meningkatkan pendapatan nasional, tetapi juga memberikan dampak positif pada pertumbuhan industri energi dan tambang di Indonesia.

Manfaat dan Prospek Hilirisasi Emas

Optimalisasi Produksi dan Pengolahan Emas

Direktur Utama Antam, Nico Kanter, mengungkapkan bahwa sinergi dengan PT Freeport Indonesia merupakan wujud nyata dari komitmen hilirisasi industri emas.

“Dengan adanya kerjasama ini, tentu membantu Antam meningkatkan sourcing bahan baku emas dari dalam negeri. Emas dari PT Freeport nantinya akan diolah di Pabrik Pengolahan dan Pemurnian milik kami untuk diproses menjadi produk logam mulia,” ujarnya.

Langkah ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga menjaga stabilitas harga emas nasional dengan memastikan ketersediaan produk berkualitas tinggi untuk pasar domestik dan internasional.

Komitmen Terhadap Standar Internasional

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, menambahkan bahwa meskipun pernah terjadi insiden kebakaran di salah satu fasilitas smelter di Gresik, komitmen perusahaan terhadap hilirisasi pertambangan tetap tidak tergoyahkan.

“Sebagai perusahaan dengan sistem pengolahan dan pemurnian terintegrasi dari hulu hingga hilir, kami telah mewujudkan hilirisasi tembaga dan kini fokus pada hilirisasi emas. Dalam waktu dekat, hilirisasi perak juga akan menyusul,” jelas Tony.

Pernyataan ini menegaskan bahwa PTFI berkomitmen untuk terus berinovasi dan mendukung kebijakan pemerintah dalam meningkatkan nilai tambah produk pertambangan.

Tantangan dan Peluang di Tengah Persaingan Global

Prospek Ekonomi dan Dampak Strategis

Kerjasama antara PT Freeport Indonesia dan PT Aneka Tambang ini diharapkan mampu mengokohkan posisi Indonesia di pasar global melalui peningkatan nilai tambah produk logam mulia.

Erick Thohir optimistis bahwa kerja sama ini akan mengubah cara Indonesia mengelola bahan baku pertambangan, sehingga tidak hanya mengandalkan ekspor raw material, melainkan menghasilkan produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Hal ini berpotensi meningkatkan daya saing nasional dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Risiko dan Upaya Mitigasi

Meski terdapat prospek positif, tantangan seperti fluktuasi harga bahan bakar, kenaikan tarif royalti, dan dinamika pasar global tetap menjadi risiko yang harus diantisipasi.

Pihak terkait diharapkan terus melakukan inovasi dan perbaikan dalam proses produksi serta menjaga standar mutu agar kontrak kerja sama ini dapat berjalan sesuai rencana.

Pengawasan dan evaluasi rutin akan menjadi kunci untuk memastikan bahwa setiap aspek kerja sama ini memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.


Langkah strategis PT Freeport Indonesia dalam menjual 125kg emas kepada PT Aneka Tambang merupakan bagian dari upaya besar untuk mendorong hilirisasi emas di Indonesia.

Kerjasama selama lima tahun ini diharapkan tidak hanya meningkatkan produksi dan nilai tambah produk emas, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

BursaNusantara.com akan terus memantau perkembangan kerjasama strategis ini dan memberikan analisis mendalam agar para investor dan pembaca mendapatkan informasi yang akurat dan terbaru mengenai dinamika industri pertambangan di Indonesia.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version