JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) telah resmi melakukan divestasi sejumlah kepemilikannya di PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU). Aksi pelepasan saham ini dilakukan dalam perdagangan pada Rabu (5/3), dengan total saham yang dilepas mencapai 126.521.500 lembar atau setara 4,66% dari modal disetor dan ditempatkan penuh di RATU.
Divestasi Tanpa Pengaruh pada Pengendalian Perusahaan
Corporate Secretary Rukun Raharja, Yuni Pattinasarani, menyatakan bahwa transaksi ini tidak mengubah status RAJA sebagai pemegang saham utama di RATU. Setelah divestasi, RAJA masih menguasai 75,34% saham di RATU.
“Transaksi pelepasan saham ini tidak mempengaruhi pengendalian Perseroan atas RATU,” kata Yuni dalam keterangannya, Kamis (6/3).
Meski begitu, RAJA tidak mengungkapkan detail harga dan nilai transaksi divestasi tersebut, termasuk pihak yang menyerap saham yang dilepas.
Struktur Kepemilikan Saham RAJA dan RATU
RAJA dan RATU merupakan dua perusahaan yang berada dalam kendali Happy Hapsoro, suami dari Ketua DPR RI Puan Maharani. Berdasarkan data per 31 Januari 2025, Hapsoro tercatat sebagai pemegang 1,19 miliar saham atau setara 28,23% dari total kepemilikan di RAJA.
Sementara itu, pada periode yang sama, RAJA memiliki kendali atas RATU dengan kepemilikan sebesar 2,17 miliar saham atau setara 79,99% dari total saham RATU. Dengan divestasi ini, kepemilikan RAJA atas RATU kini turun menjadi 75,34%.
Penerima manfaat akhir atau final beneficiaries dari kepemilikan saham RAJA dan RATU tetap berada pada Happy Hapsoro.
Strategi RAJA ke Depan
Belum ada informasi lebih lanjut mengenai tujuan divestasi ini, apakah sebagai bagian dari strategi ekspansi atau untuk memperkuat struktur modal RAJA. Namun, aksi korporasi ini menunjukkan dinamika kepemilikan saham yang terus berkembang di sektor energi nasional.
Sebagai emiten yang aktif dalam bisnis energi, RAJA terus berupaya melakukan optimalisasi portofolio asetnya. Langkah divestasi ini diharapkan dapat memberikan manfaat strategis bagi perusahaan dalam menghadapi persaingan di industri energi yang semakin ketat.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.








