Geser Kebawah
BisnisPerdagangan & Industri

PT Salim Ivomas Pratama (SIMP) Catat Lonjakan Laba Bersih 110% di 2024

183
×

PT Salim Ivomas Pratama (SIMP) Catat Lonjakan Laba Bersih 110% di 2024

Sebarkan artikel ini
PT Salim Ivomas Pratama (SIMP) Catat Lonjakan Laba Bersih 110% di 2024
PT Salim Ivomas Pratama (SIMP) mencatat lonjakan laba bersih 110% menjadi Rp1,55 triliun pada 2024, didukung kenaikan harga komoditas dan efisiensi operasional.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Salim Ivomas Pratama Tbk (SIMP) mencatat kinerja keuangan yang impresif sepanjang tahun 2024. Perseroan berhasil membukukan kenaikan laba bersih sebesar 110% year-on-year (yoy) menjadi Rp1,55 triliun, dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya mencapai Rp736 miliar. Peningkatan ini didorong oleh kenaikan harga komoditas serta strategi efisiensi yang diterapkan perusahaan.

Penjualan SIMP Tumbuh, Ditopang Kenaikan Harga Komoditas

SIMP melaporkan total pendapatan sebesar Rp15,96 triliun pada 2024, dengan pertumbuhan positif di berbagai lini bisnisnya. Divisi perkebunan dan minyak & lemak nabati (EOF) mencatat peningkatan penjualan masing-masing sebesar 10% dan 9% yoy. Kenaikan harga jual rata-rata produk sawit dan EOF menjadi faktor utama yang menopang pertumbuhan ini.

Sponsor
Iklan

Namun, meskipun harga meningkat, volume penjualan produk sawit mengalami sedikit penurunan. Direktur Utama SIMP, Mark Wakeford, menyatakan bahwa penjualan eksternal grup (setelah eliminasi) tetap stabil secara tahunan, berkat kenaikan transaksi antar segmen.

Produksi TBS dan CPO Stabil di Tengah Tantangan Agribisnis

Pada tahun buku 2024, produksi Tandan Buah Segar (TBS) inti turun tipis 1% yoy menjadi 2,8 juta ton, sementara produksi Crude Palm Oil (CPO) tetap stabil di angka 706 ribu ton. Faktor cuaca dan volatilitas harga komoditas masih menjadi tantangan utama dalam industri agribisnis.

Mark Wakeford menambahkan bahwa perusahaan terus mengoptimalkan operasional dengan mengutamakan efisiensi biaya dan keberlanjutan dalam praktik agrikultur.

Lonjakan Laba Bruto dan Laba Usaha

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bruto SIMP melonjak 44% yoy menjadi Rp4,84 triliun, naik signifikan dari Rp3,35 triliun pada tahun sebelumnya. Sementara itu, laba usaha tumbuh 71% yoy menjadi Rp3,30 triliun sepanjang 2024. Kinerja keuangan yang solid ini mencerminkan efektivitas strategi efisiensi yang diterapkan oleh perusahaan.

Selain itu, rasio pengungkit neto (net gearing) pada 31 Desember 2024 turun menjadi 0,11x, lebih rendah dibandingkan 0,16x pada akhir 2023. Penurunan ini menunjukkan pengelolaan utang yang lebih sehat dan struktur keuangan yang semakin solid.

Strategi SIMP Menghadapi Tantangan di Sektor Agribisnis

Meski mencatat pertumbuhan signifikan, sektor agribisnis masih menghadapi tantangan besar, termasuk fluktuasi harga komoditas, ketidakpastian ekonomi global, serta dampak perubahan iklim terhadap produktivitas.

Menanggapi kondisi ini, SIMP fokus pada beberapa strategi utama untuk mempertahankan kinerja positifnya:

  • Peningkatan efisiensi operasional dan produktivitas.
  • Optimalisasi belanja modal pada aspek-aspek strategis.
  • Pengendalian biaya secara ketat untuk menjaga profitabilitas.
  • Implementasi praktik agrikultur berkelanjutan.

Prospek Bisnis SIMP ke Depan

Dengan pencapaian yang solid di 2024, SIMP optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan di tahun-tahun mendatang. Faktor utama yang akan memengaruhi kinerja perusahaan meliputi pergerakan harga komoditas, kebijakan pemerintah terkait industri sawit, serta strategi diversifikasi bisnis yang dilakukan SIMP.

Para investor dan pemangku kepentingan kini menanti bagaimana perusahaan akan terus beradaptasi dan mengoptimalkan peluang di tengah dinamika sektor agribisnis global.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru