Geser Kebawah
BisnisEnergiHeadline

PTBA Bertahan di Tengah Tekanan Harga, Andalkan Efisiensi & Hilirisasi

268
×

PTBA Bertahan di Tengah Tekanan Harga, Andalkan Efisiensi & Hilirisasi

Sebarkan artikel ini
PTBA Bertahan di Tengah Tekanan Harga, Andalkan Efisiensi & Hilirisasi
Harga batubara turun ke US$111,70/ton tekan PTBA, namun efisiensi, ekspansi pasar, dan hilirisasi jadi senjata menghadapi tantangan.Strategi PTBA Hadapi Tekanan Harga Batubara Global

Strategi PTBA Hadapi Tekanan Harga Batubara Global

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pelemahan harga batubara global kembali menguji ketahanan kinerja PT Bukit Asam Tbk (PTBA), namun manajemen memastikan strategi efisiensi, ekspansi pasar ekspor, dan proyek hilirisasi akan menjadi tameng menghadapi tantangan paruh kedua 2025.

Harga batubara Newcastle pada Rabu (13/8/2025) berada di US$111,70 per ton, turun dari US$115,95 per ton pada 28 Juli. Penurunan sejak awal Agustus ini kontras dengan tren kenaikan harga yang terjadi sejak Mei.

Sponsor
Iklan

Penurunan Harga Dinilai Masih Minor

Sekretaris Perusahaan PTBA Niko Chandra menilai penurunan ini relatif ringan karena harga masih di atas rata-rata Juli. Tren kenaikan harga di Indonesia Coal Index (ICI-3) selama 1,5 bulan terakhir juga memberi sinyal positif, apalagi selisihnya dengan Harga Patokan Batubara (HPB) makin menyempit.

Secara historis, harga batubara cenderung menguat menjelang musim dingin di semester II, sehingga PTBA tetap optimistis tren ini bisa membalikkan tekanan.

Kinerja Semester I Masih Tertekan

Meski pendapatan semester I-2025 naik 4% yoy menjadi Rp 20,45 triliun, laba bersih PTBA anjlok 59,02% yoy menjadi Rp 833,04 miliar. Tekanan harga jual rata-rata (ASP) menjadi faktor utama penyusutan margin.

Namun, produksi batubara justru melonjak 16% yoy menjadi 21,73 juta ton, sementara volume penjualan naik 8% yoy menjadi 21,62 juta ton.

Dari total penjualan, 54% diserap pasar domestik dan 46% diekspor ke China, India, Bangladesh, Vietnam, Filipina, dan Thailand.

Risiko dari Pasar Ekspor

Analis Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi mengingatkan, tingginya porsi ekspor membuat PTBA rentan jika permintaan dari China dan India melemah.

Ia memproyeksikan ASP PTBA pada semester II-2025 bisa tertekan jika harga batubara global tidak membaik. Potensi ekspor juga dinilai berat akibat perlambatan ekonomi di dua negara konsumen besar tersebut.

Fokus Efisiensi dan Penjualan Selektif

Menghadapi tantangan itu, PTBA memperketat efisiensi di seluruh lini. Penjualan diarahkan pada pelanggan yang menawarkan margin tinggi, baik melalui kontrak jangka menengah maupun pasar spot yang strategis.

Strategi ini ditujukan untuk menjaga profitabilitas meski harga komoditas fluktuatif.

Hilirisasi Jadi Sumber Pendapatan Baru

Selain menjaga arus kas dari bisnis utama, PTBA melihat peluang dari proyek hilirisasi seperti gasifikasi batubara. Proyek ini diharapkan menghasilkan diversifikasi pendapatan di masa depan, sekaligus selaras dengan kebijakan pemerintah yang mendorong peningkatan nilai tambah komoditas mineral dan energi.

Jika terealisasi, hilirisasi dapat menjadi bantalan saat harga batubara mentah melemah di pasar global.

Tantangan Jangka Panjang

PTBA juga harus mengantisipasi risiko jangka panjang seperti transisi energi ke sumber terbarukan dan cuaca ekstrem yang dapat mengganggu produksi. Faktor ini membuat diversifikasi bisnis menjadi keharusan, bukan sekadar opsi.

Rekomendasi Pasar

Wafi dari KISI merekomendasikan hold untuk saham PTBA dengan target harga Rp 2.400 per saham. Rekomendasi ini mempertimbangkan stabilitas penjualan domestik, potensi pemulihan harga, dan prospek hilirisasi, meski tekanan global masih membayangi.

Dengan kombinasi efisiensi operasional, penetrasi pasar selektif, dan investasi pada hilirisasi, PTBA berupaya menjaga posisinya sebagai pemain utama batubara nasional di tengah dinamika harga yang sulit diprediksi.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.