Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

PTBA Optimistis Geber Produksi, Target Harga Saham Naik Jadi Rp 3.100

132
×

PTBA Optimistis Geber Produksi, Target Harga Saham Naik Jadi Rp 3.100

Sebarkan artikel ini
ptba optimistis geber produksi target harga saham naik jadi rp 3100 kompres
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) tingkatkan target produksi batu bara 2029 hingga 75 juta ton. Simak analisis target harga saham baru Rp 3.100 oleh RHB Sekuritas.

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) semakin optimistis dalam mempercepat target produksi batu bara mereka.

Dalam proyeksi terbaru, PTBA menargetkan peningkatan volume produksi hingga 75 juta ton per tahun pada 2029.

Sponsor
Iklan

Angka ini merepresentasikan compound annual growth rate (CAGR) sebesar 11% dari produksi tahun 2023.

Peningkatan tersebut diharapkan turut mendongkrak laba bersih perusahaan pada 2025–2026 hingga 10%, meskipun terdapat risiko penurunan harga jual rata-rata (ASP) akibat pasokan batu bara global yang melimpah.

Menurut laporan riset dari RHB Sekuritas, ASP batu bara PTBA tahun 2024 diperkirakan sebesar US$ 57 per ton, mengalami penurunan sebesar 9% year-on-year (yoy).

Meski demikian, PTBA tetap mampu menjaga margin kompetitif untuk memastikan profitabilitas jangka menengah.

Hal ini menjadi langkah strategis perusahaan di tengah tantangan penurunan harga batu bara global akibat peningkatan produksi domestik di China dan India, serta pertumbuhan energi terbarukan.

“Kenaikan volume dapat meningkatkan laba bersih Bukit Asam (PTBA) pada 2025–2026 sekitar 10%, meski ada risiko penurunan ASP akibat pasokan melimpah,” ungkap RHB Sekuritas dalam risetnya.

Penurunan ASP juga didukung oleh proyeksi harga batu bara Newcastle yang diperkirakan turun menjadi US$ 120 per ton pada 2025, atau turun 12% yoy. Namun, Indonesia tetap memiliki keunggulan biaya produksi yang rendah, menjadikan PTBA sebagai pemain kompetitif di pasar batu bara global.

Produksi dan Strategi Ekspor PTBA

Pada tahun 2024, PTBA menargetkan peningkatan produksi sebesar 16% yoy menjadi 43 juta ton, meskipun harus menghadapi gangguan transportasi dan penurunan ASP.

Tahun ini, kinerja operasional PTBA diproyeksikan membaik dengan target produksi mencapai 50 juta ton, meningkat 16% yoy.

Selain itu, stabilitas stripping ratio sebesar enam kali dan penurunan biaya tunai hingga 10% yoy menjadi US$ 47 per ton memberikan pondasi kuat bagi perusahaan.

Strategi ekspor juga menjadi fokus utama PTBA dalam beberapa tahun mendatang. Dengan cadangan batu bara yang besar dan umur tambang lebih dari 50 tahun, PTBA berencana meningkatkan ekspor hingga 69% pada 2029, naik signifikan dari 47% pada 2024.

Pasar ekspor utama mencakup Asia Tenggara, India, dan China, di mana permintaan batu bara masih relatif tinggi.

Kebijakan dan Dampaknya bagi PTBA

PTBA juga harus memperhitungkan dampak dari kebijakan pemerintah terkait kewajiban penempatan devisa hasil ekspor (DHE) sumber daya alam (SDA) di sistem keuangan nasional.

Kebijakan ini mengharuskan DHE disimpan minimal satu tahun dari sebelumnya hanya tiga bulan. Meski demikian, RHB Sekuritas menilai dampak kebijakan ini terhadap modal kerja PTBA relatif kecil.

Selain itu, pasar masih menunggu perkembangan insentif Mitra Instansi Pengelola (MIP) Batu Bara, yang diproyeksikan dapat mendukung harga jual rata-rata domestik. Hal ini penting dalam menjaga daya saing PTBA di tengah fluktuasi pasar global.

Revisi Target Harga Saham PTBA

Berdasarkan berbagai faktor positif yang mendukung kinerja PTBA, RHB Sekuritas merevisi rekomendasi saham Bukit Asam menjadi “Trading Buy” dari sebelumnya “Netral”.

Target harga saham juga dinaikkan menjadi Rp 3.100 dari target sebelumnya Rp 2.900. Penetapan target harga ini didasarkan pada metode discounted cash flow (DCF), dengan target price-to-earnings ratio (P/E) sekitar 7 kali serta diskon ESG sebesar 4%.

Rekomendasi ini menunjukkan kepercayaan bahwa PTBA mampu mengelola tantangan eksternal sekaligus memanfaatkan peluang ekspansi di pasar ekspor.

Investor disarankan memantau perkembangan kebijakan dan kondisi pasar energi untuk mengoptimalkan potensi keuntungan dari saham PTBA.

PTBA menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kinerja operasional dan profitabilitas, meskipun menghadapi tantangan pasar global.

Dengan strategi ekspor yang agresif, efisiensi biaya, serta dukungan kebijakan pemerintah, prospek PTBA terlihat positif. Revisi target harga saham menjadi Rp 3.100 menjadi refleksi optimisme terhadap masa depan perusahaan ini.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.