JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Petrosea Tbk (IDX: PTRO) kembali mencetak tonggak penting dalam bisnis jasa pertambangan. Perusahaan ini baru saja menandatangani kontrak senilai Rp4,03 triliun dengan PT Bara Prima Mandiri (BPM) dan PT Niaga Jasa Dunia (NJD).
Kontrak strategis ini tidak hanya memperkuat posisi PTRO sebagai pemain utama dalam industri tambang, tetapi juga berpotensi memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan dalam jangka panjang.
Kesepakatan ini diumumkan melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis, 27 Februari 2025.
Detail Kontrak: Komitmen Jangka Panjang hingga 2032
Kontrak jasa pertambangan ini berlaku mulai 5 November 2024 hingga 31 Desember 2032, menandai kerja sama jangka panjang antara PTRO dan dua mitra bisnisnya.
Dalam kesepakatan ini:
- PT Petrosea berperan sebagai kontraktor utama jasa pertambangan.
- PT Bara Prima Mandiri (BPM) bertindak sebagai pemegang izin usaha pertambangan operasi produksi (IUP-OP).
- PT Niaga Jasa Dunia (NJD) ditunjuk oleh BPM sebagai operator tambang.
Perusahaan memastikan bahwa tidak ada hubungan afiliasi antara ketiga pihak dalam kontrak ini, sehingga kerja sama dilakukan secara profesional dan berbasis bisnis murni.
Target Produksi Ambisius: 135,46 Juta BCM & 7,53 Juta Ton Batu Bara
Sebagai bagian dari kontrak ini, PTRO menargetkan produksi yang cukup besar:
- Lapisan penutup (overburden) sebesar 135,46 juta BCM.
- Produksi batu bara sebesar 7,53 juta ton.
Dengan kapasitas produksi sebesar ini, PTRO semakin memperkuat kontribusinya terhadap sektor energi dan pertambangan di Indonesia.
Strategi Jangka Panjang PTRO: Apa Dampaknya bagi Bisnis?
Manajemen PTRO menyatakan bahwa perolehan kontrak ini sejalan dengan strategi jangka panjang perusahaan dalam meningkatkan penciptaan nilai. Kontrak ini diprediksi akan memberikan dampak positif terhadap:
- Kelangsungan usaha PTRO dalam industri pertambangan.
- Peningkatan kinerja keuangan dan operasional, dengan adanya kepastian pendapatan jangka panjang.
- Kepercayaan investor, terutama bagi pemegang saham PTRO di pasar modal.
Menurut Anto Broto, Sekretaris Perusahaan PTRO, kerja sama ini merupakan hasil dari Term Sheet yang telah ditandatangani sebelumnya pada 6 November 2024. Kesepakatan ini kini telah dikukuhkan dalam perjanjian resmi, memberikan kepastian bagi semua pihak yang terlibat.
Bagaimana Prospek Saham PTRO Setelah Kontrak Ini?
Kontrak bernilai besar seperti ini biasanya menjadi katalis positif bagi pergerakan saham emiten terkait. Beberapa faktor yang dapat berpengaruh terhadap harga saham PTRO ke depan antara lain:
1. Kinerja Keuangan yang Diprediksi Meningkat
Dengan pendapatan kontrak mencapai Rp4,03 triliun, PTRO berpotensi mengalami pertumbuhan laba yang signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
2. Stabilitas Bisnis di Tengah Volatilitas Harga Batu Bara
Meskipun harga batu bara global sering berfluktuasi, kontrak ini memberikan kepastian volume produksi, yang dapat membantu PTRO menjaga kestabilan pendapatannya.
3. Sentimen Positif dari Investor
Pasar saham cenderung merespons positif emiten yang berhasil mengamankan kontrak besar, terutama jika perjanjian tersebut menjamin pendapatan dalam jangka panjang.
PTRO Siap Melesat di Industri Tambang
Dengan kontrak senilai Rp4,03 triliun ini, PT Petrosea semakin memperkuat eksistensinya dalam industri pertambangan Indonesia. Kejelasan durasi kontrak hingga 2032 dan target produksi yang ambisius menjadikan kesepakatan ini sebagai langkah strategis dalam mendorong pertumbuhan perusahaan.
Bagi para investor, perkembangan ini tentu menjadi faktor yang layak diperhatikan dalam menganalisis prospek saham PTRO di pasar modal. Dengan kinerja yang terus meningkat, PTRO berpotensi menjadi salah satu emiten pertambangan yang menarik dalam beberapa tahun ke depan.











