Hidayah Datang Saat Gelap, Mantan Artis Dewasa Pilih Islam
JAKARTA, BursaNusantara.com – Sosok yang dulu dikenal sebagai Rae Lil Black kini telah memutuskan meninggalkan dunia industri film dewasa dan memilih jalan hidup baru sebagai muslimah dengan nama Nuray Istiqbal.
Keputusan besar itu datang setelah ia mengalami tekanan batin dan fase depresi mendalam dalam hidupnya.
Lahir dari keluarga Buddha dan dibesarkan dalam pendidikan Katolik selama satu dekade, Nuray sejak awal tidak menemukan makna spiritual yang benar-benar menyentuh hatinya.
Namun titik balik terjadi ketika ia menemukan versi terjemahan Al-Qur’an dalam Bahasa Jepang, yang membuka pintu pencarian keyakinan lebih dalam.
Selama tinggal di Bangkok, Nuray membaca tuntas buku Quran in Easy Japanese hingga dua kali khatam.
Titik Balik Nuray: Ketika Islam Menjawab Kegelisahan Jiwa
Langkah awal Nuray memeluk Islam bukan sekadar hasil dari bacaan, melainkan juga buah diskusi dan pencarian panjang yang intens.
Di Bangkok dan Malaysia, ia berdialog dengan teman-teman muslim yang memberikan pemahaman Islam secara lembut dan mendalam.
Momentum krusial terjadi ketika ia mengucap syahadat menjelang Ramadan 1445 H.
Ia mengaku sangat ingin menjalani bulan suci sebagai seorang muslimah, bukan hanya sebagai pencari kebenaran, tapi sebagai bagian dari umat Islam.
Ia lalu menjalani ibadah puasa pertamanya dengan penuh semangat, bahkan mengunggah video kebahagiaan itu di akun TikTok @raelilblack.official.
Reaksi Netizen dan Pilihan Nama Baru yang Penuh Makna
Tak sedikit komentar sinis dan penuh keraguan menghiasi kolom media sosial Rae Lil Black pasca keputusannya memeluk Islam.
Namun ia tetap tegar, menyadari bahwa jejak masa lalunya sebagai bintang film dewasa membuat sebagian orang sulit menerima transformasi spiritualnya.
Nama “Nuray Istiqbal” pun dipilih sebagai simbol kelahiran baru, namun ia masih menggunakan “Rae Lil Black” di sosial media demi kejelasan identitas digital.
Keputusan ini ia ambil bukan untuk mempromosikan masa lalunya, melainkan agar orang-orang bisa menemukan kisah hijrahnya dengan mudah.
“Kalau saya ganti semua nama, orang yang belum tahu bisa salah sangka atau justru tidak tahu perjalanan saya,” ujarnya dalam unggahan TikTok.
Guru Spiritualitas: Sugimoto Sensei dan Cahaya Islam di Jepang
Perjalanan spiritual Nuray menemukan pembimbingnya saat ia berjumpa langsung dengan Sugimoto Sensei, seorang mualaf Jepang yang menerjemahkan Al-Qur’an ke dalam bahasa Jepang.
Pertemuan mereka terjadi di penghujung Ramadan 1446 H dan menjadi momen penting dalam penguatan iman Nuray.
Ia kini menjalani bimbingan intens untuk belajar membaca Al-Qur’an, salat lima waktu, dan menjalankan ajaran Islam secara utuh, termasuk mengenakan hijab.
Meskipun belum lancar membaca huruf Arab, ia terus menghafal ayat-ayat Al-Qur’an dari pendengaran, sebagai bentuk komitmen yang tulus.
Sugimoto Sensei kini menjadi tokoh penting yang membimbingnya secara spiritual, menjembatani semangat Islam di kalangan mualaf Jepang.
Dari Depresi Menuju Hidayah: Nuray Akan Hadir di Amazing Muharram
Transisi hidup Nuray tidak terjadi dalam semalam, tetapi merupakan proses panjang yang penuh tantangan batin dan sosial.
Di masa lalunya, ia tidak mempercayai agama apa pun, meski pernah mempelajari Buddha dan Katolik secara mendalam.
Perjalanan ini membuatnya memahami bahwa pencarian kebenaran bukanlah hal instan.
Kini, sebagai Nuray Istiqbal, ia dijadwalkan akan hadir sebagai pembicara dalam perhelatan “Amazing Muharram 14” di dua negara.
Event tersebut akan digelar di Sentul International Convention Center (Indonesia) pada 13 Juli 2025 dan di Tokyo (Jepang) pada 27 Juli 2025.
Acara itu akan menjadi panggung bagi Nuray membagikan kisah transformasinya, sekaligus memperkuat syiar Islam di Jepang dan kawasan Asia.
Komitmen Iman Seorang Muslimah Baru: Antara Kritik dan Keteguhan
Meski diliputi hujatan dari berbagai pihak, semangat Nuray tak surut.
Ia justru merasa bahagia, karena kini memiliki pegangan hidup yang jelas dan damai.
Ia sudah menjalani puasa penuh selama Ramadan dan rutin salat lima waktu.
Mukena, kurma, dan kebiasaan-kebiasaan islami kini menjadi bagian dari kesehariannya.
Perubahan ini tidak hanya menginspirasi pengikutnya, tapi juga menunjukkan bahwa hidayah bisa datang kapan saja, bahkan kepada mereka yang sebelumnya jauh dari cahaya Islam.
Dengan keteguhan belajar, semangat istiqomah, dan dukungan dari komunitas muslim, Nuray terus menapaki jalan baru yang ia yakini sebagai kebenaran sejati.
Catatan Redaksi: Kisah Nuray Istiqbal adalah gambaran nyata bahwa Islam menyentuh siapa saja yang benar-benar mencari cahaya, bahkan mereka yang sebelumnya dikenal karena masa lalu yang kelam.












