Geser Kebawah
Gaya HidupKesehatan

Rahasia Sehat Beribadah di Ramadan: Jaga Tulang, Sendi, dan Otot Tetap Kuat

426
×

Rahasia Sehat Beribadah di Ramadan: Jaga Tulang, Sendi, dan Otot Tetap Kuat

Sebarkan artikel ini
Rahasia Sehat Beribadah di Ramadan Jaga Tulang, Sendi, dan Otot Tetap Kuat
Jaga kesehatan tulang, sendi, dan otot selama Ramadan agar ibadah lebih nyaman. Simak tips nutrisi, olahraga, hidrasi, dan pola tidur yang optimal.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Menjalankan ibadah di bulan Ramadan membutuhkan stamina dan kesehatan tubuh yang prima, terutama bagi tulang, sendi, dan otot. Dengan meningkatnya aktivitas ibadah seperti salat tarawih, tahajud, dan tadarus, penting untuk memastikan tubuh tetap bugar agar ibadah berjalan dengan nyaman tanpa hambatan.

Menjaga Pola Makan Sehat dan Asupan Nutrisi

Nutrisi yang cukup sangat diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh selama berpuasa. Dengan lebih dari 12 jam tanpa asupan makanan dan minuman, tubuh harus mendapatkan kembali energi yang hilang saat sahur dan berbuka. Konsumsi makanan bergizi seimbang dengan protein, karbohidrat, lemak, serta vitamin dan mineral sangat penting untuk memastikan tubuh tetap berfungsi optimal.

Sponsor
Iklan

Untuk menjaga kesehatan tulang, konsumsi kalsium dan vitamin D sangat diperlukan. Sumber kalsium terbaik bisa diperoleh dari susu rendah lemak, ikan, sayuran hijau, dan kacang-kacangan. Protein dari susu, daging, telur, dan kacang-kacangan juga membantu memperkuat otot. Selain itu, magnesium dan omega-3 dalam kacang-kacangan serta ikan berperan dalam menjaga fleksibilitas sendi dan mencegah kekakuan.

Halin Hasra, Marketing Manager Anlene, menyatakan bahwa minum susu selama Ramadan bisa menjadi solusi terbaik untuk menjaga kesehatan tulang. “Minum dua gelas susu per hari dapat memenuhi kebutuhan kalsium harian, membantu tubuh tetap kuat, serta menjaga kadar gula darah tetap stabil,” ujarnya.

Selain itu, menjaga pola makan dengan mengonsumsi sayur dan buah yang kaya serat juga penting. Serat membantu pencernaan tetap lancar, mengurangi risiko sembelit, dan memberikan energi yang lebih tahan lama selama berpuasa. Menghindari makanan tinggi gula dan lemak jenuh juga disarankan agar tubuh tidak mudah lemas atau mengalami kenaikan berat badan yang tidak diinginkan.

Pentingnya Aktivitas Fisik dan Olahraga Rutin

Meskipun berpuasa, tubuh tetap membutuhkan aktivitas fisik agar tidak kaku dan lemas. Olahraga ringan seperti jalan kaki, bersepeda statis, yoga, atau pilates dapat membantu menjaga kebugaran. Ketua Umum Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (PEROSI), Dr. dr. Tirza Z. Tamin, SpKFR, M.S(K), menyarankan untuk tetap berolahraga sekitar 40 menit hingga satu jam sehari. “Pemanasan sebelum olahraga sangat penting untuk mencegah cedera otot,” tambahnya.

Selain itu, tubuh yang terbiasa bergerak akan lebih siap menghadapi berbagai aktivitas tanpa mudah merasa lelah atau pegal. Posisi duduk dalam waktu lama, seperti saat mengaji atau salat, juga bisa menyebabkan sendi terasa kaku. Oleh karena itu, menjaga fleksibilitas sendi dengan latihan ringan sangat dianjurkan.

Bagi mereka yang tidak terbiasa berolahraga, melakukan peregangan sederhana sebelum dan setelah salat bisa menjadi solusi yang efektif. Gerakan ringan seperti mengangkat tangan ke atas, memutar bahu, dan meluruskan kaki dapat membantu melancarkan peredaran darah dan mengurangi ketegangan otot.

Pastikan Tubuh Tetap Terhidrasi

Menjaga hidrasi adalah faktor penting selama berpuasa. Konsumsi air putih minimal delapan gelas sehari harus tetap diperhatikan, terutama saat sahur, berbuka, dan sebelum tidur. Menghindari teh dan kopi berlebihan juga dianjurkan karena sifat diuretiknya yang dapat menyebabkan dehidrasi.

Kekurangan cairan bisa menyebabkan otot mudah lelah, sendi menjadi kaku, serta menghambat penyerapan nutrisi penting bagi tulang. Oleh karena itu, menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh adalah langkah esensial agar tetap bugar selama Ramadan.

Selain air putih, konsumsi buah-buahan dengan kandungan air tinggi seperti semangka, melon, dan jeruk juga dapat membantu menjaga hidrasi tubuh. Sup sayur dan makanan berkuah lainnya juga bisa menjadi pilihan yang baik untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan harian.

Tidur Cukup untuk Pemulihan Otot

Perubahan pola tidur selama Ramadan sering kali menyebabkan tubuh merasa lemas. Kurangnya waktu istirahat bisa berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan. Agar tetap bertenaga, kualitas tidur harus dijaga dengan memastikan waktu istirahat cukup sekitar tujuh hingga delapan jam sehari.

Power nap selama 10–20 menit di siang hari juga bisa menjadi solusi untuk menjaga kebugaran. Tidur yang cukup akan membantu tubuh memulihkan energi, memperkuat otot, serta memastikan ibadah dapat dilakukan dengan maksimal.

Selain itu, mengatur waktu tidur dengan tidur lebih awal setelah salat Isya dan bangun lebih pagi untuk sahur dapat membantu menjaga ritme tidur yang sehat. Hindari konsumsi makanan berat dan minuman berkafein sebelum tidur agar tidur lebih nyenyak.

Persiapan Fisik untuk Ibadah yang Lebih Khusyuk

Menjalankan ibadah dengan nyaman selama Ramadan membutuhkan persiapan fisik yang baik. Dengan pola makan yang sehat, olahraga ringan, hidrasi yang cukup, serta tidur yang berkualitas, kesehatan tulang, sendi, dan otot dapat terjaga dengan baik. Dengan demikian, setiap aktivitas ibadah bisa dilakukan dengan optimal dan tanpa hambatan, menjadikan Ramadan sebagai momen penuh keberkahan dan ketenangan.

Dengan memahami pentingnya menjaga kesehatan tubuh selama Ramadan, setiap umat Muslim dapat menjalankan ibadah dengan lebih maksimal. Tidak hanya berdampak pada kenyamanan saat beribadah, tetapi juga mendukung kesehatan jangka panjang agar tetap aktif dan bugar di masa mendatang. Ramadan bukan hanya waktu untuk meningkatkan spiritualitas, tetapi juga kesempatan untuk menerapkan gaya hidup sehat yang berkelanjutan.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru