Manuver Rahayu Saraswati di TRIN: Borong Saham dan Ubah Peta Bisnis Trinland
JAKARTA – Panggung pasar modal Indonesia kembali riuh setelah nama besar dari klan Djojohadikusumo, Rahayu Saraswati, resmi mencatatkan namanya dalam barisan pemegang saham PT Perintis Triniti Properti Tbk (TRIN). Melalui dua kendaraannya, Rahayu memulai langkah agresif untuk menguasai saham emiten properti yang kini tengah bersiap melakukan lompatan bisnis besar.
Transmisi Kekuasaan: Borong 5% Saham dalam Sekejap
Laporan terbaru menunjukkan bahwa transaksi ini dilakukan secara bertahap namun terukur. Rahayu masuk melalui dua entitas bisnisnya:
- PT Rada Saraswati Surya (RSS): Menguasai 1% saham (45,51 juta lembar).
- Raksaka Satya Devya (RSD): Memborong 4% saham.
Total dana yang digelontorkan untuk manuver awal ini diperkirakan mencapai lebih dari Rp45,47 miliar, dengan harga pelaksanaan di level Rp200 per saham. Akibat transaksi ini, porsi kepemilikan pengendali lama seperti PT Kunci Daud Indonesia (KDI) dan PT Intan Investama Internasional (III) terpantau menyusut, sementara free float (saham publik) TRIN meningkat menjadi 22,26%.
Bukan Sekadar Properti: Incar Sektor “Masa Depan”
Direktur Utama TRIN, Ishak Chandra, menegaskan bahwa kehadiran Rahayu Saraswati bukan sekadar sebagai investor pasif. Keterlibatannya diyakini akan mempertajam arah bisnis TRIN ke sektor-sektor strategis yang sedang booming di 2026:
- Green Development: Pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan.
- Logistics Park & Data Center: Menangkap peluang ekonomi digital yang masif.
- Ultra-Luxury Hospitality: Menyasar segmen pasar kelas atas.
“Saat ini, manajemen sedang melakukan review mendalam terhadap proyek-proyek baru yang akan dibawa oleh Rahayu Saraswati ke dalam ekosistem TRIN,” ujar Ishak Chandra.
Strategi Bertahap: Apa Dampaknya bagi Investor?
Rencana penambahan kepemilikan saham Rahayu secara bertahap memberikan pesan kepada pasar bahwa akumulasi masih akan berlanjut. Bagi para pelaku pasar, masuknya figur dengan networking kuat seperti Rahayu Saraswati memberikan “premium” tersendiri terhadap valuasi saham TRIN.
Analisis pasar melihat ini sebagai inflection point bagi TRIN untuk keluar dari label pengembang residensial biasa menjadi pemain infrastruktur dan teknologi properti yang lebih diperhitungkan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.










