JAKARTA, BursaNusantara.com – White House Crypto Summit yang digelar pada 7 Maret 2025 menuai beragam tanggapan dari komunitas Bitcoin dan investor aset digital. Beberapa pihak menganggapnya sebagai langkah maju bagi industri kripto, sementara yang lain menilai acara ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap harga Bitcoin.
White House Crypto Summit: Sejarah atau Kekecewaan?
Menurut analis kripto Miles Deutscher, pertemuan ini merupakan “keuntungan besar” bagi Bitcoin dan menandai perubahan kebijakan penting dalam pendekatan pemerintah terhadap industri kripto. Kyle Samani, Managing Partner di Multicoin Capital, bahkan menyebut acara ini sebagai “momen bersejarah” bagi aset digital.
Namun, tidak semua pihak sepakat. Nic Puckrin, CEO Coin Bureau, skeptis terhadap dampaknya terhadap harga Bitcoin. “Melihat grafik harga, tampaknya tidak ada kejadian besar yang memengaruhi pergerakan harga BTC,” ungkapnya.
Lebih kritis lagi, Bitcoin maksimalis Justin Bechler menyebut acara ini hanya sebagai ajang bagi para pelobi yang ingin mendorong token yang disetujui negara dan memperkuat regulasi pemerintah atas industri kripto.
Reaksi komunitas terhadap summit ini menunjukkan adanya perbedaan perspektif antara investor yang optimis dengan kebijakan baru dan mereka yang melihatnya sebagai langkah yang terlalu berhati-hati. Meski Gedung Putih kini lebih terbuka terhadap industri kripto, sebagian pihak menilai bahwa regulasi yang diterapkan masih kurang mendukung adopsi Bitcoin secara lebih luas.
Perubahan Kebijakan Bitcoin di Era Trump
Pemerintahan Presiden Donald Trump tampaknya mengambil pendekatan yang lebih strategis terhadap Bitcoin dibandingkan pemerintahan sebelumnya. Summit ini digelar setelah Trump menandatangani perintah eksekutif yang menetapkan cadangan strategis Bitcoin untuk Amerika Serikat.
Langkah ini mengindikasikan bahwa Bitcoin kini dianggap sebagai bagian penting dari kebijakan ekonomi nasional, bukan sekadar aset spekulatif. Namun, kebijakan ini tetap menuai kritik, terutama dari komunitas kripto yang menginginkan pemerintah lebih aktif dalam mengakumulasi BTC.
Sejumlah pengamat menilai bahwa langkah ini berpotensi membuka jalan bagi adopsi Bitcoin sebagai aset cadangan negara di masa depan. Namun, tantangan yang dihadapi pemerintah AS adalah bagaimana menyeimbangkan regulasi tanpa menghambat pertumbuhan inovasi di sektor ini.
Harga Bitcoin Anjlok 7,3% Pasca Summit
Alih-alih mengalami kenaikan, harga Bitcoin justru merosot sekitar 7,3% setelah pertemuan tersebut, dalam fenomena yang dikenal sebagai “sell the news.” Pemerintah AS memutuskan hanya akan memperoleh Bitcoin melalui perampasan aset (asset forfeiture) dan strategi anggaran netral—tanpa menambah utang atau beban pajak. Hal ini mengecewakan banyak investor yang mengharapkan kebijakan akuisisi yang lebih agresif.
Tak hanya Bitcoin yang mengalami tekanan, ETF Bitcoin juga mencatat arus keluar sebesar USD 370 juta dalam sehari setelah pengumuman kebijakan ini. Reaksi ini menunjukkan ketidakpuasan pasar terhadap strategi pemerintah.
Selain itu, beberapa analis mengaitkan penurunan harga ini dengan ketidakpastian regulasi yang masih menyelimuti industri kripto di AS. Meskipun pemerintah mulai memperjelas sikapnya terhadap Bitcoin, masih banyak hal yang belum pasti, termasuk bagaimana pajak dan regulasi investasi kripto akan diterapkan dalam jangka panjang.
Prediksi: Bitcoin Menuju US$70.000 Sebelum Bangkit ke US$100.000?
Analis memperkirakan bahwa dalam jangka pendek, harga Bitcoin bisa turun ke level US$70.000 sebelum akhirnya mengalami pemulihan signifikan menuju US$100.000.
Dinamika ini memicu perdebatan di kalangan investor: Apakah Bitcoin telah mencapai puncak siklusnya, atau masih memiliki ruang untuk pertumbuhan lebih lanjut pada 2025?
Sebagian besar pelaku pasar melihat potensi Bitcoin untuk terus menguat dalam jangka panjang, terutama jika kebijakan AS semakin mendukung adopsi dan penggunaan Bitcoin dalam sektor keuangan. Namun, ketidakpastian politik dan regulasi tetap menjadi faktor yang dapat memengaruhi pergerakan harga dalam waktu dekat.
Meski respons pasar saat ini masih cenderung negatif, keputusan pemerintahan Trump untuk mengakui Bitcoin dalam kebijakan ekonomi nasional bisa menjadi katalis bagi pertumbuhan industri kripto di masa depan. Investor kini menunggu langkah selanjutnya dari pemerintah dalam mengimplementasikan kebijakan ini secara lebih konkret.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











