Ekonomi Makro

Rekor Stok Beras Tertinggi, Bukti Nyata Kedaulatan Pangan RI

92
Rekor Stok Beras Tertinggi, Bukti Nyata Kedaulatan Pangan RI
Stok beras pemerintah capai 4 juta ton, tertinggi sejak 1969. Bukti kuat keberhasilan strategi pangan era Presiden Prabowo.

Strategi Terobosan Dorong Kemandirian Pangan Nasional

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pemerintah mencetak rekor baru dalam sejarah pengelolaan beras nasional dengan berhasil mengangkat stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) ke level tertinggi sejak 1969. Untuk pertama kalinya, angka tersebut menembus 4 juta ton.

Data per 29 Mei 2025 pukul 21.41 WIB mencatat, serapan setara beras oleh Perum Bulog mencapai 2.407.257 ton. Total stok beras nasional saat ini resmi berada di angka 4.001.059 ton. Capaian ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan ketahanan pangan Indonesia.

Kinerja Bulog Tertinggi dalam 57 Tahun

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya sinergi antar lembaga. Menurutnya, capaian ini tidak mungkin terwujud tanpa peran aktif semua pihak, termasuk petani dan jajaran pemerintah pusat hingga daerah.

Mentan menyebut serapan Bulog tahun ini mengalami lonjakan drastis. Dibandingkan dengan rata-rata lima tahun terakhir yang hanya sekitar 1,2 juta ton, serapan tahun ini melonjak lebih dari 400% hingga mencapai 2,4 juta ton.

Angka ini mencerminkan bahwa peningkatan produksi dalam negeri diimbangi dengan distribusi yang efisien. Bulog menerapkan strategi jemput bola langsung ke petani, sehingga stok nasional menguat tanpa mengganggu stabilitas harga pasar.

Perhatian Presiden Jadi Katalis Kebijakan

Amran mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari perhatian serius Presiden Prabowo Subianto terhadap sektor pertanian.

Salah satu langkah nyata adalah penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Gabah Kering Panen sebesar Rp6.500/kg.

Tak hanya itu, sistem rafaksi yang selama ini merugikan petani dihapus. Petani kini menikmati hasil panen dengan harga jual yang menguntungkan, bahkan di masa panen raya, yang sebelumnya identik dengan penurunan harga.

“Perhatian Presiden sangat besar. Ini bukan sekadar angka, tapi simbol kesejahteraan dan keberpihakan nyata kepada petani,” ujar Mentan dalam pernyataannya di Jakarta, Jumat (30/5/2025).

Produksi Beras Nasional Naik Tajam

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi beras nasional sepanjang Januari hingga Mei 2025 tercatat 16,55 juta ton. Angka ini naik 11,95% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Lonjakan produksi ini menjadi cerminan dari kebijakan yang berhasil menyentuh akar masalah. Selain mendorong petani untuk berproduksi lebih banyak, pemerintah juga menjamin adanya pasar dengan harga yang stabil.

Langkah ini dinilai mampu memutus siklus kerugian yang kerap dialami petani saat panen raya. Harga gabah yang kini sesuai HPP, bahkan lebih tinggi di beberapa wilayah, menunjukkan efek positif dari strategi pangan nasional.

Cadangan Bukan Sekadar Angka

Pencapaian 4 juta ton CBP tidak hanya bermakna dalam konteks logistik pangan. Mentan menegaskan bahwa ini merupakan lambang kemandirian bangsa yang tak lagi bergantung pada impor secara masif.

“Dulu petani tercekik harga rendah, kini mereka menikmati hasil panen yang layak. Ini adalah wujud konkret dari reformasi kebijakan pangan kita,” ujar Mentan.

Amran juga memberikan apresiasi atas keterlibatan unsur TNI, Polri, Kejaksaan, dan pemerintah daerah dalam mendukung upaya jemput panen yang dilakukan Bulog. Pendekatan kolaboratif ini dinilai menjadi kunci utama keberhasilan.

Masa Depan Ketahanan Pangan Di Depan Mata

Keberhasilan ini mencerminkan transisi dari pendekatan reaktif menjadi strategi proaktif dalam menjaga ketahanan pangan. Pemerintah tak lagi menunggu lonjakan harga atau kekurangan stok, melainkan bergerak cepat menyerap hasil panen sebelum terjadi gejolak.

Dengan stok tertinggi dalam sejarah, harga yang berpihak kepada petani, dan produksi nasional yang meningkat, Indonesia menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya wacana, tapi fondasi nyata menuju kedaulatan ekonomi.

Langkah-langkah konkret yang dijalankan saat ini memberikan optimisme besar bahwa masa depan pangan nasional berada di jalur yang tepat dan kuat untuk terus bertumbuh.

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version