KomoditasPasar

Rekor Tertinggi Harga Emas Dekat di Depan Mata, Dampak Pernyataan Trump

97
rekor tertinggi harga emas dekat di depan mata, dampak pernyataan trump kompres
Harga emas melonjak mendekati rekor tertinggi akibat pelemahan dolar AS dan pernyataan Trump terkait tarif. Simak analisis lengkapnya di sini!

JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga emas terus melesat mendekati rekor tertinggi sepanjang masa, memunculkan optimisme di kalangan investor dan pelaku pasar. Pada Jumat (24/1/2025), harga emas spot naik sebesar 0,7% menjadi US$ 2.772,79 per ons. Dengan kenaikan mingguan sebesar 2,7%, emas kini hanya terpaut US$ 17,3 dari rekor tertinggi US$ 2.790,15 yang sebelumnya dicapai pada Oktober 2024. Kenaikan ini tidak terlepas dari melemahnya dolar AS dan pernyataan terbaru Presiden AS Donald Trump terkait kebijakan suku bunga dan tarif.

Faktor Pemicu Kenaikan Harga Emas

Pernyataan Trump dalam Forum Ekonomi Dunia menjadi salah satu faktor kunci yang mendorong lonjakan harga emas. Ia menyerukan pemangkasan suku bunga segera, yang langsung berdampak pada pelemahan indeks dolar ke level terendah dalam lebih dari satu bulan. Dolar yang lebih lemah membuat emas lebih murah bagi pembeli luar negeri, meningkatkan permintaan global terhadap logam mulia ini.

Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities, mengungkapkan bahwa ketidakpastian terkait tarif yang mungkin diberlakukan Trump juga menjadi pendorong utama. “Pasar emas melihat potensi inflasi yang lebih tinggi dan kebijakan bank sentral yang lebih akomodatif,” ujar Melek. Dalam kondisi seperti ini, emas yang tidak memberikan imbal hasil tetap menjadi pilihan investasi andal sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan ketidakstabilan.

Momentum Positif dan Fokus Pasar

Reli harga emas ini juga didukung oleh aliran dana yang terus mengalir ke pasar emas, meskipun ETF masih menunjukkan volatilitas. Para pedagang saat ini mengalihkan perhatian mereka ke pengumuman kebijakan perdagangan Trump yang dijadwalkan pada 1 Februari 2025. Kebijakan ini diprediksi mencakup tarif terhadap Meksiko, Kanada, China, dan Uni Eropa, yang dapat memberikan dampak besar pada pergerakan harga emas.

Selain itu, pertemuan Federal Reserve (The Fed) yang akan berlangsung pada 29 Januari menjadi perhatian tersendiri. Analis memperkirakan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan tersebut, sejalan dengan upaya menjaga stabilitas di tengah ketidakpastian global.

Kinerja Logam Mulia Lainnya

Kenaikan harga emas juga diikuti oleh logam mulia lainnya. Harga perak spot naik 0,8% menjadi US$ 30,67 per ons, sedangkan platinum dan paladium masing-masing naik 0,6% dan 0,1% menjadi US$ 948 per ons dan US$ 992,75 per ons. Seluruh logam mulia ini menunjukkan tren kenaikan mingguan yang konsisten, memperkuat daya tariknya sebagai aset lindung nilai.

Emas Tetap Menjadi Pilihan Utama

Dalam situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian, emas terus mempertahankan posisinya sebagai aset safe haven yang paling dicari. Dengan lingkungan suku bunga rendah dan prospek inflasi yang meningkat, harga emas berpotensi mencatatkan rekor baru dalam waktu dekat. Para investor disarankan untuk tetap memantau kebijakan perdagangan dan perkembangan pasar global yang dapat memengaruhi tren harga emas ke depan.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version