Geser Kebawah
Aksi KorporasiPasar

Restrukturisasi MDIY Redam Rumor Investor Baru

172
×

Restrukturisasi MDIY Redam Rumor Investor Baru

Sebarkan artikel ini
Restrukturisasi MDIY Redam Rumor Investor Baru
MDIY restrukturisasi kepemilikan saham senilai Rp13,13 triliun tanpa ubah pengendali. Rumor investor strategis terbantahkan.

Aksi Korporasi MDIY Jaga Stabilitas Kendali

JAKARTA, BursaNusantara.com – PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MDIY) akhirnya mengumumkan detail transaksi pengalihan saham pada 15 Agustus 2025 yang memicu spekulasi pasar.

Ternyata, aksi ini hanyalah restrukturisasi internal kepemilikan, tanpa perubahan pengendali maupun pemilik manfaat akhir.

Sponsor
Iklan

Azara Alpina Sdn. Bhd., selaku pemegang saham pengendali, mengalihkan 8,85 miliar saham MDIY kepada para pemegang sahamnya, termasuk Tan Yu Yeh, yang tetap menjadi pemilik manfaat akhir perseroan.

Langkah serupa dilakukan Agave Salmiana Sdn. Bhd. dengan mengalihkan 263,93 juta saham kepada pemegang sahamnya, termasuk Komisaris Utama Ong Chu Jin Adrian.

Rumor Investor Baru Terbantahkan

Analis Mirae Sekuritas Abyan Habib Yuntoharjo menegaskan rumor penjualan saham ke investor strategis baru tidak benar. “Ini murni restrukturisasi kepemilikan.

Tidak ada kepentingan strategis tersembunyi,” ujarnya. Menurutnya, sejak IPO, struktur kepemilikan Azara Alpina memang terdiri dari beberapa pihak, sehingga wajar jika sebagian ingin memegang saham langsung.

Transaksi Jumbo, Harga Saham Menguat

Pada sesi pertama 15 Agustus, pasar negosiasi mencatat transaksi 101 juta lot MDIY senilai Rp13,13 triliun di harga Rp1.300 per saham, 1,96% di atas penutupan sementara.

Di pasar reguler, harga MDIY ditutup menguat 2,82% ke Rp1.275 dengan nilai transaksi Rp2,1 miliar.

Tidak Ganggu Operasional

Manajemen menegaskan tidak ada dampak negatif terhadap operasional, keuangan, maupun kelangsungan usaha.

Tan Yu Yeh, melalui berbagai entitas termasuk Azara Alpina, MDIH (Singapura) Pte. Ltd., Indosiam Pte. Ltd., dan Sky Venture Ltd., tetap menguasai kendali.

Pasar pun mendapat kejelasan bahwa di balik transaksi jumbo ini, tidak ada pergantian nahkoda hanya penyesuaian peta kepemilikan yang sudah menjadi praktik umum di korporasi besar.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.