Ekonomi MakroHeadline

Revitalisasi 4.615 Koperasi, Kopdes Merah Putih Siap Diluncurkan

121
Revitalisasi 4.615 Koperasi Kopdes Merah Putih Siap Diluncurkan
Pemerintah akan merevitalisasi 4.615 koperasi menjadi Koperasi Desa Merah Putih, sebagai bagian dari rencana membentuk 70.000 koperasi desa.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Sebanyak 4.615 koperasi yang tidak aktif akan direvitalisasi menjadi Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Program ini merupakan bagian dari target besar Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk sekitar 70.000 koperasi desa di seluruh Indonesia.

Strategi Revitalisasi Koperasi Desa

Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM, Ahmad Zabadi, menjelaskan bahwa pembentukan Kopdes akan berbasis pada pemetaan koperasi yang telah ada. Berdasarkan data saat ini, terdapat 4.088 koperasi unit desa yang masih aktif, sementara 4.615 lainnya dalam kondisi tidak aktif dan akan direvitalisasi agar layak beroperasi.

Selain itu, sebanyak 64.766 Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) akan ditransformasikan menjadi koperasi. Pemerintah juga tengah melakukan pendataan terhadap desa-desa yang belum memiliki Koperasi Unit Desa (KUD).

“Kami berharap dengan strategi ini, keberadaan Koperasi Desa Merah Putih benar-benar dapat menjadi solusi bagi ekonomi masyarakat desa,” ujar Ahmad, seperti dikutip dari Antara.

Tujuan dan Manfaat Kopdes Merah Putih

Ahmad menegaskan bahwa program ini bertujuan untuk memperkuat perekonomian masyarakat desa serta menuntaskan berbagai persoalan, seperti:

1. Memperpendek Rantai Distribusi Pangan

Salah satu kendala utama di pedesaan adalah rantai distribusi pangan yang panjang, yang menyebabkan harga tinggi di tingkat konsumen dan rendah di tingkat produsen. Kopdes Merah Putih akan menjadi pusat distribusi yang lebih efisien.

2. Mengatasi Keterbatasan Permodalan

Banyak koperasi desa yang kesulitan mengakses modal usaha. Dengan revitalisasi ini, koperasi akan mendapatkan pendampingan dan akses lebih baik ke permodalan.

3. Mengurangi Dominasi Middle Man

Selama ini, harga jual petani kerap ditekan oleh perantara (middle man). Kopdes Merah Putih diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan petani dengan memberikan harga yang lebih kompetitif.

“Kami ingin koperasi ini bisa multifungsi, tidak hanya sebagai wadah simpan pinjam, tetapi juga sebagai pusat produksi dan distribusi yang dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi desa,” tambah Ahmad.

Dukungan dari Pemerintah Daerah

Pemerintah daerah memiliki peran penting dalam keberhasilan program ini. Ahmad menyatakan bahwa koordinasi antara kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah terus dilakukan guna memastikan implementasi berjalan sesuai target.

Di sisi lain, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyatakan optimismenya bahwa program ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi pedesaan dan menurunkan angka kemiskinan. Pernyataan ini ia sampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Penguatan Ekonomi Desa bersama Bupati dan Wali Kota se-Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Minggu (9/3/2025).

Revitalisasi 4.615 Koperasi, Kopdes Merah Putih Siap Diluncurkan

Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur siap mendukung penuh program nasional ini. Terlebih, Kopdes Merah Putih akan segera diluncurkan pada 12 Juli 2025, bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional.

“Terkait Koperasi Desa, para Bupati dan Wali Kota mungkin sudah mulai ditemui oleh Kepala Desa masing-masing. Kita perlu mencari format yang tepat agar kehadiran Kopdes benar-benar produktif, terutama jika desa tersebut sudah memiliki BUMDes dan koperasi yang berjalan,” kata Khofifah.

Dengan berbagai dukungan dan strategi yang telah disiapkan, program Kopdes Merah Putih diharapkan mampu menjadi motor penggerak ekonomi pedesaan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa di seluruh Indonesia.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version