Geser Kebawah
Aksi KorporasiPasar

Rights Issue CBRE Rp1,9 Triliun: Siasat Konversi Utang Jumbo

111
×

Rights Issue CBRE Rp1,9 Triliun: Siasat Konversi Utang Jumbo

Sebarkan artikel ini

Restrukturisasi Neraca Keuangan Melalui Penambahan Modal Masif

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pemegang saham PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) kini menghadapi risiko pengenceran kepemilikan saham secara masif di tengah langkah perseroan membersihkan neraca keuangan.

Keputusan manajemen untuk melakukan penambahan modal dalam skala besar memberikan sinyal krusial mengenai prioritas restrukturisasi kewajiban perusahaan pada tahun ini.

Berdasarkan prospektus terbaru yang dirilis Jumat (13/3/2026), emiten penyedia jasa perkapalan ini merancang aksi rights issue dengan target dana mencapai Rp1,9 triliun.

Perseroan berencana menerbitkan sebanyak 12.757.011.806 saham baru dengan harga pelaksanaan yang dipatok pada kisaran Rp100 hingga Rp150 per lembar saham.

Jumlah saham yang dilepas tersebut setara dengan 73,76 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah terlaksananya Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Langkah korporasi ini secara otomatis akan mengubah struktur kepemilikan saham secara signifikan bagi investor yang tidak mengeksekusi haknya dalam aksi tersebut.

Bagaimana Skema Konversi Utang Rp924 Miliar Bekerja?

Manajemen mengungkapkan bahwa sebagian besar hasil dari aksi korporasi ini tidak akan berbentuk dana segar, melainkan dialokasikan untuk kepentingan konversi utang.

Menurut riset prospektus tersebut, dana senilai Rp924 miliar atau setara dengan kurs Rp16.800 per USD akan langsung dikonversi menjadi modal disetor perseroan.

Proses konversi utang ini melibatkan sejumlah kreditur strategis, di antaranya Hilong Shipping Holding Limited, PT Saga Investama Sedaya, dan Yafin Tandiono Tan.

PT Superkrane Mitra Utama Tbk (SKRN) juga tercatat sebagai salah satu pihak yang akan menerima konversi saham tersebut sebagai bagian dari penyelesaian kewajiban.

Strategi ini dilakukan untuk memperkuat struktur permodalan sekaligus mengurangi beban liabilitas jangka panjang yang saat ini ditanggung oleh entitas perusahaan.

Efisiensi biaya bunga dari pelunasan utang diharapkan dapat memberikan ruang bagi perbaikan arus kas operasional di masa mendatang.

Ekspansi Kapal AHTS: Berhasilkah Menahan Kejatuhan Harga?

Perseroan masih memiliki alokasi dana segar sebesar Rp150 miliar dari sisa hasil rights issue setelah dikurangi biaya-biaya emisi terkait.

Dana tersebut direncanakan untuk memperkuat armada dengan pembelian kapal jenis Anchor Handling Tug Supply (AHTS) serta digunakan sebagai tambahan modal kerja.

Langkah ekspansi ini diambil sebagai upaya untuk meningkatkan daya saing perusahaan di sektor jasa penunjang energi lepas pantai yang terus berkembang.

Namun, pengumuman aksi korporasi dengan tingkat dilusi yang tinggi ini justru direspons negatif oleh pasar pada penutupan perdagangan pekan ini.

Hingga Jumat (13/3/2026), harga saham CBRE tercatat anjlok sebesar 6,59 persen ke level Rp850 per lembar saham di tengah fluktuasi indeks.

Padahal, pada perdagangan hari sebelumnya, saham emiten ini sempat menunjukkan performa positif dengan penguatan sebesar 2,82 persen sebelum akhirnya berbalik arah.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan