Geser Kebawah
Aksi KorporasiHeadlinePasar

Rights Issue INET Oversubscribed 52 Kali, Raup Rp3,2 T

152
×

Rights Issue INET Oversubscribed 52 Kali, Raup Rp3,2 T

Sebarkan artikel ini

Investor Serbu Saham INET: Rights Issue Sukses Hingga Oversubscribed 52 Kali

JAKARTA – PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) mencatatkan prestasi gemilang di Bursa Efek Indonesia. Perusahaan tersebut baru saja menyelesaikan aksi korporasi penambahan modal melalui skema rights issue.

Hasilnya, permintaan investor melonjak tajam hingga terjadi kelebihan pemesanan (oversubscribed) sebanyak 52 kali lipat. Fenomena ini membuktikan bahwa kepercayaan pasar terhadap prospek bisnis INET sangat tinggi.

Sponsor
Iklan

Manajemen INET menawarkan sekitar 12,8 miliar saham baru dengan harga Rp250 per lembar. Melalui langkah strategis ini, perseroan berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp3,2 triliun.

Direktur Utama INET, Muhammad Arif, menyatakan bahwa hampir seluruh pemegang saham lama mengeksekusi hak mereka.

Rencana Ekspansi Melalui Dana Rights Issue INET

Perusahaan telah merancang alokasi dana hasil rights issue INET untuk memperkuat infrastruktur digital nasional. Fokus utama mereka adalah memperluas jangkauan layanan internet melalui anak usaha.

  • Pembangunan Jaringan FTTH: INET menyisihkan Rp2,94 triliun untuk mengembangkan jaringan internet rumah tangga di Bali dan Lombok.
  • Target Pelanggan Baru: Proyek ini menyasar 2 juta pengguna melalui teknologi WiFi 7 yang canggih.
  • Pelunasan Infrastruktur: Perseroan mengalokasikan Rp215,38 miliar untuk membayar biaya penggunaan kabel bawah laut.
  • Modal Kerja: Sisa dana akan memperkuat modal kerja operasional perusahaan secara keseluruhan.

Lonjakan Harga Saham INET Menjelang Penutupan

Kabar kesuksesan rights issue INET langsung memicu reaksi positif pada perdagangan saham di bursa. Meskipun sempat tertekan pada awal sesi, harga saham INET berhasil bangkit secara dramatis.

Saham INET melesat lebih dari 15% dan menyentuh level tertinggi pada angka Rp378 per saham. Peningkatan volume beli ini menunjukkan gairah investor terhadap fundamental baru perusahaan.

Namun, pelaku pasar tetap perlu mencermati indikator valuasi sebelum mengambil keputusan investasi. Saat ini, posisi Price to Earning Ratio (PER) INET berada pada level 303,13 kali.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan