Geser Kebawah
BisnisPerdagangan & Industri

Rights Issue PYFA: Siasat Akuisisi Pabrik Farmasi Australia

111
×

Rights Issue PYFA: Siasat Akuisisi Pabrik Farmasi Australia

Sebarkan artikel ini
Rights Issue PYFA Siasat Akuisisi Pabrik Farmasi Australia
PYFA siapkan rights issue 5,7 miliar saham untuk akuisisi pabrik Mayne Pharma di Australia. Simak detail ekspansi dan dampak struktur permodalan di sini.

Ekspansi Lintas Negara Menuju Pasar Farmasi Negeri Kanguru

JAKARTA, BursaNusantara.com – Ambisi perusahaan farmasi lokal untuk menembus pasar internasional kini memasuki babak baru yang penuh risiko sekaligus peluang pertumbuhan aset yang masif.

Keberanian emiten dalam melakukan ekspansi anorganik di luar negeri menuntut ketersediaan likuiditas yang sangat besar serta struktur permodalan yang tahan terhadap fluktuasi kurs.

Berdasarkan laporan prospektus yang dipublikasikan pada Senin (16/3/2026), PT Pyridam Farma Tbk (PYFA) resmi merancang Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) II atau rights issue.

Perseroan berencana menerbitkan sebanyak 5,7 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham guna mendanai akuisisi pabrik Mayne Pharma di Salisbury, Australia Selatan.

Aksi korporasi ini juga akan disertai dengan penerbitan waran maksimal 35 persen dari total saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh sebagai insentif bagi pemegang saham.

Mengapa Pabrik Mayne Pharma Menjadi Target Strategis PYFA?

Langkah akuisisi ini merupakan kelanjutan dari jejak bisnis perseroan di Australia setelah sebelumnya sukses mengambil alih Probiotic di Victoria senilai USD251 juta tahun lalu.

Rumor mengenai ketertarikan PYFA terhadap Mayne Pharma semakin menguat seiring dengan valuasi aset lahan pabrik yang diperkirakan mencakup separuh dari total nilai penawaran.

Ketertarikan ini juga menempatkan PYFA dalam persaingan ketat dengan firma ekuitas swasta Australia seperti Genesis Capital dan Anchorage Capital Partners yang tengah meninjau peluang serupa.

Dana hasil rights issue, setelah dikurangi biaya emisi, akan sepenuhnya dialokasikan untuk membiayai akuisisi tersebut serta memperkuat kapasitas belanja modal (Capex) perseroan.

Manajemen menegaskan bahwa penambahan modal ini sangat krusial untuk meningkatkan kemampuan operasional dan investasi perusahaan dalam jangka panjang.

Kapan Kepastian Harga Pelaksanaan Rights Issue Ditentukan?

Manajemen menyebutkan bahwa detail mengenai harga final serta jumlah pasti saham yang diterbitkan akan ditentukan melalui mekanisme pasar dalam waktu dekat.

Rencana besar ini dijadwalkan akan dibahas dan diputuskan secara resmi dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 22 April 2026 mendatang.

Selain untuk akuisisi, alokasi dana akan diarahkan untuk modal kerja guna mendukung integrasi operasional antara pabrik di Australia dengan basis produksi di Indonesia.

Upaya memperluas jejak manufaktur di pasar maju seperti Australia dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi daya saing produk resep dan obat bebas milik perusahaan.

Keberhasilan aksi korporasi ini akan sangat bergantung pada restu pemegang saham dalam RUPSLB serta kondisi likuiditas pasar modal saat periode pelaksanaan berlangsung.

Lihat berita terbaru lainnya di Google Berita | Bursa Nusantara

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Memuat Grafik...

Tinggalkan Balasan