Geser Kebawah
Ekonomi Makro

Ritel Lesu Pasca Lebaran, Hippindo Usul BLT Belanja

74
×

Ritel Lesu Pasca Lebaran, Hippindo Usul BLT Belanja

Sebarkan artikel ini
Ritel Lesu Pasca Lebaran, Hippindo Usul BLT Belanja
Hippindo usulkan BLT berbentuk voucher belanja ke pemerintah guna dorong konsumsi masyarakat yang menurun usai Lebaran 2025.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Sektor ritel dalam negeri tengah menghadapi tekanan signifikan pasca momentum Lebaran 2025. Merespons tren pelemahan konsumsi rumah tangga, pelaku usaha meminta pemerintah untuk segera mengucurkan stimulus langsung berupa bantuan tunai atau voucher belanja.

Permintaan ini disampaikan oleh Ketua Umum Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Budihardjo Iduansjah.

Sponsor
Iklan

Ia menilai perlambatan daya beli yang terjadi saat ini memerlukan campur tangan fiskal guna mendorong kembali roda ekonomi masyarakat, khususnya kelompok menengah ke bawah.

Menurut Budihardjo, setelah Ramadan dan Lebaran, masyarakat cenderung melakukan penghematan karena sudah mengeluarkan banyak biaya untuk kebutuhan musiman.

Baca Juga: RWA: Era Baru Dunia Kripto yang Lebih Aman dan Likuid

Jika tidak ada kebijakan antisipatif dari pemerintah, penurunan konsumsi diprediksi bakal semakin dalam di kuartal II-2025.

Konsumsi Rumah Tangga Mulai Melemah

Hippindo menyoroti kondisi ekonomi yang mulai menunjukkan tanda perlambatan. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025 hanya mencapai 4,87% secara tahunan (YoY), melambat dibandingkan 5,11% pada periode yang sama tahun lalu.

Fenomena ini diperparah dengan efek musiman pasca Lebaran yang selalu diiringi dengan pengetatan pengeluaran oleh masyarakat.

Belanja kebutuhan fashion, makanan, hingga oleh-oleh yang meningkat tajam di Ramadan, biasanya langsung anjlok di bulan-bulan setelahnya.

Baca Juga: Ketergantungan Musiman Konsumsi Rumah Tangga Indonesia

Ritel Fashion Terancam Terkoreksi Tajam

Budihardjo memperkirakan penjualan ritel, terutama sektor fashion seperti sepatu, tas, pakaian, dan kebutuhan lain yang erat dengan momen Lebaran, akan menurun tajam. Bahkan, ia menyebutkan potensi penurunan hingga 20% pada kuartal II-2025.

Selain faktor musiman, tekanan eksternal seperti ketegangan geopolitik global dan dinamika politik internasional juga menjadi tantangan tersendiri bagi sektor konsumsi domestik.

Pemerintah Diminta Tanggap

Atas kondisi tersebut, Hippindo mendorong agar stimulus belanja seperti voucher BLT diberikan langsung kepada masyarakat. Menurut Budihardjo, langkah ini tidak hanya akan menggerakkan konsumsi, tetapi juga menjaga stabilitas usaha ritel nasional.

Baca Juga: Harga CPO Melonjak, Ditopang Ekspektasi Penurunan Produksi

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Maman Abdurrahman mengaku telah menerima aspirasi tersebut. Ia menyatakan bahwa pemerintah akan melakukan kajian bersama kementerian dan lembaga terkait sebelum mengambil keputusan.

Meningkatkan kembali gairah belanja masyarakat pasca Lebaran bukan hanya menjadi tugas sektor usaha, namun juga tanggung jawab bersama antara pemerintah dan pelaku industri.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru