Geser Kebawah
PasarSaham

Robby Adijaya Terus Akumulasi Saham WOWS, Sinyal Diam-diam dari Investor Lama?

130
×

Robby Adijaya Terus Akumulasi Saham WOWS, Sinyal Diam-diam dari Investor Lama?

Sebarkan artikel ini
Robby Adijaya Terus Akumulasi Saham WOWS, Sinyal Diam-diam dari Investor Lama
Robby Adijaya kembali borong saham PT Ginting Jaya Energi (WOWS) Rp1,13 miliar sepanjang Juni 2025. Kepemilikan kini tembus 12,25 persen.

Aksi Senyap Robby Adijaya: Siap Reposisi WOWS dari Balik Layar?

JAKARTA, BursaNusantara.com – Diam-diam tapi konsisten, Robby Adijaya kembali memperbesar porsi kepemilikan saham di PT Ginting Jaya Energi Tbk. (WOWS) selama Juni 2025. Aksi ini menjadi kelanjutan dari pergerakan akumulatif yang telah dimulai sejak bulan sebelumnya.

Investor lama ini tercatat memborong 22,65 juta lembar saham sepanjang Juni, seluruhnya dieksekusi di harga tetap Rp50 per lembar, menempatkan total nilai transaksi di kisaran Rp1,13 miliar. Semua pembelian dilakukan atas nama pribadi, tanpa melibatkan afiliasi atau institusi investasi lain.

Sponsor
Iklan

Tak sampai dua bulan sebelumnya, Robby juga melakukan pembelian masif sepanjang Mei, dengan total 9,89 juta saham diborong dalam 18 kali transaksi terpisah. Harga saat itu sedikit lebih bervariasi, di rentang Rp50 hingga Rp58 per lembar saham.

Kepemilikan Tembus 12,25%, Ada Apa di Balik Gocap?

Dari akumulasi selama dua bulan tersebut, total saham yang kini digenggam Robby telah mencapai 303,3 juta lembar, atau setara 12,25% dari seluruh saham beredar. Angka ini naik dari posisi sebelumnya di 11,34%.

Di tengah kelesuan minat beli pada saham lapis tiga dan stagnasi harga di kisaran gocap, langkah ini mengundang tanya besar: apa yang sebenarnya dibaca Robby dari WOWS?

Apakah ini hanya manuver investor lama yang terus menjaga posisi, atau ada sinyal koreksi struktur kepemilikan yang perlahan disiapkan dari balik layar?

Harga Masih ‘Beku’ di Bawah Nilai IPO, Tapi Volume Bergerak

Pada perdagangan terakhir Jumat (25/7), harga saham WOWS justru terkoreksi tipis ke Rp55, turun satu tick atau setara 1,79%. Pergerakan ini belum mampu mengangkat saham keluar dari level psikologis gocap, yang selama ini menjadi semacam ‘ruang hampa’ bagi banyak emiten berisiko tinggi.

Namun, akumulasi saham besar dengan harga rata-rata gocap juga menyiratkan dua kemungkinan: potensi undervalue berdasarkan ekspektasi jangka panjang, atau sekadar strategi averaging dari investor lama yang belum ingin keluar dari posisi.

Strategi Jangka Panjang atau Pengendalian Perlahan?

Dalam keterangannya, Robby secara tegas menyatakan bahwa pembelian dilakukan untuk tujuan investasi jangka panjang. Namun dalam konteks saham mikro seperti WOWS, akumulasi konsisten dari satu individu di atas 12% bisa saja menandakan kepentingan yang lebih strategis daripada sekadar portofolio.

Pasar kini akan memantau apakah Robby akan terus menambah kepemilikan secara gradual, atau mulai menyampaikan agenda bisnis yang lebih luas terhadap arah masa depan perseroan.

Sebagai catatan, hingga kini belum ada aksi korporasi baru dari manajemen WOWS, baik dalam bentuk rights issue, ekspansi, maupun restrukturisasi. Tetapi bukan tidak mungkin, tekanan akumulasi dari internal investor justru akan memicu perubahan-perubahan besar dalam waktu dekat.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.