Geser Kebawah
Gaya HidupSeni & Hiburan

Robot Humanoid Cuci Baju, Masa Depan Rumah Tangga Dimulai

577
×

Robot Humanoid Cuci Baju, Masa Depan Rumah Tangga Dimulai

Sebarkan artikel ini
Robot Humanoid Cuci Baju, Masa Depan Rumah Tangga Dimulai
Figure 02, robot humanoid asal AS, mulai jalani pekerjaan domestik seperti mencuci baju. Teknologi AI Helix membuka babak baru peran robot dalam kehidupan rumah tangga.

Era Robot Rumah Tangga Tak Lagi Khayalan

JAKARTA, BursaNusantara.com – Kehadiran robot humanoid yang mampu melakukan pekerjaan rumah tangga kini bukan lagi sebatas fiksi ilmiah.

Video terbaru memperlihatkan robot bernama Figure 02 menjalankan tugas mencuci baju dengan otonomi tinggi, tanpa kendali manusia.

Sponsor
Iklan

Tindakan ini menjadi langkah historis dalam transformasi teknologi domestik yang selama ini hanya hadir dalam bayangan masa depan.

Robot Figure 02 dikembangkan oleh startup teknologi asal California, bernama Figure, dengan ambisi menghadirkan asisten manusia berbasis kecerdasan buatan.

Pengembangan tersebut tak hanya fokus pada bentuk tubuh seperti manusia, namun juga kecerdasan kerja yang adaptif terhadap lingkungan rumah tangga.

Helix, model AI khusus milik Figure, menjadi pusat kendali utama atas setiap gerakan robot, menggantikan peran kendali manual atau teleoperasi.

Meskipun robot ini belum bisa memilih mode pencucian secara otomatis, kemampuannya menaruh pakaian ke dalam mesin cuci dinilai sebagai tonggak penting.

CEO Figure, Brett Adcock, membagikan video demonstrasi robot kepada publik, termasuk ekspresi kagum anak-anaknya yang menonton langsung.

Pemandangan tersebut menggambarkan transformasi nyata yang memengaruhi cara generasi mendatang memandang pekerjaan domestik.

“Mungkin saat mereka dewasa nanti, pekerjaan rumah seperti ini tidak lagi membuang waktu,” tulis Adcock.

Langkah ini bukan semata-mata unjuk kecanggihan teknologi, melainkan bagian dari strategi pengembangan jangka panjang menuju pemanfaatan praktis di rumah tangga.

Robot Industri Diuji di Rumah Tangga

Meski tampak dirancang untuk rumah tangga, Figure 02 sejatinya belum masuk pasar konsumen rumahan.

Startup Figure masih memfokuskan pemanfaatan robot humanoid ini di sektor industri sebagai tahap awal penyempurnaan sistem.

Uji coba saat ini dilakukan di pabrik mobil BMW di South Carolina, di mana lingkungan kerja yang stabil dianggap ideal untuk pembelajaran mesin.

Skenario industri dinilai lebih terstruktur dan minim variabel acak, menjadikannya tempat pelatihan yang efektif untuk sistem AI robotik.

Figure menyatakan pengujian ini bertujuan mengasah pemahaman robot terhadap dinamika kerja manusia sebelum benar-benar diterjunkan ke lingkungan rumah.

Namun, kehadiran video domestik tetap menjadi sinyal kuat bahwa orientasi ke rumah tangga bukanlah wacana kosong.

Perusahaan bahkan mengisyaratkan tahap eksplorasi pasar rumahan mulai dilakukan tahun ini.

Jika berhasil, robot humanoid seperti Figure 02 berpotensi mengambil alih tugas harian seperti menyapu, mencuci piring, atau bahkan menyajikan kopi pagi.

Dengan tinggi 167 cm dan bentuk tubuh menyerupai manusia dewasa, robot ini tak hanya menawarkan bantuan fisik, tetapi juga interaksi yang terasa alami.

Perkembangan ini bukan hanya mencerminkan kecanggihan teknologi, tetapi juga evolusi cara hidup masyarakat modern yang makin mengandalkan otomatisasi.

Persaingan Menuju Robot Asisten Pribadi

Figure bukan satu-satunya pemain dalam arena robot rumah tangga.

Perusahaan Norwegia bernama 1X Technologies ikut terjun mengembangkan humanoid asisten rumah bernama Neo Gamma.

Robot ini dibekali kemampuan manipulasi objek, gerakan luwes, serta kecerdasan percakapan yang mendekati interaksi manusia sesungguhnya.

Keunggulan Neo Gamma terletak pada kemampuannya memahami konteks pembicaraan dan menjawab perintah dalam bahasa alami.

Meski belum tersebar secara luas, eksistensi proyek ini menunjukkan bahwa pasar robot rumah tangga tengah dipersiapkan sebagai medan persaingan teknologi berikutnya.

Keduanya menargetkan tujuan serupa: menghadirkan robot yang tidak hanya mampu bergerak, tetapi juga berpikir, memahami, dan beradaptasi layaknya manusia.

Masuknya AI generatif ke dalam sistem kendali juga memungkinkan pengembangan model perilaku yang makin realistis dan efisien dalam lingkungan rumah.

Langkah awal seperti mencuci baju mungkin terdengar sepele, namun di balik itu tersimpan revolusi besar terhadap paradigma kerja rumah tangga.

Ke depan, aktivitas seperti membersihkan rumah atau memasak bukan lagi beban harian, melainkan urusan yang bisa diwakilkan ke asisten robotik.

Rumah Tangga Masa Depan Mulai Terbentuk

Teknologi seperti Figure 02 menandai awal babak baru dalam hubungan manusia dengan mesin.

Jika pada abad ke-20 mesin cuci otomatis merevolusi cara manusia mencuci pakaian, maka pada abad ke-21, humanoid AI berpotensi merevolusi seluruh pekerjaan rumah.

Penggunaan robot dalam rumah tangga tidak hanya tentang efisiensi waktu, tetapi juga tentang transformasi peran manusia dalam pekerjaan domestik.

Kemajuan seperti ini membuka peluang besar bagi rumah tangga untuk fokus pada aktivitas yang lebih bermakna, bukan sekadar rutinitas harian.

Figure 02 adalah prototipe, namun keberadaannya mengonfirmasi arah tren masa depan yang tak lagi bisa dihindari.

Tantangan ke depan bukan hanya teknis, tetapi juga sosial, etis, dan ekonomi, terkait bagaimana manusia hidup berdampingan dengan makhluk buatan yang memiliki fungsi hampir serupa.

Meski pasar masih sangat baru, adopsi perlahan-lahan akan terbentuk seiring masyarakat melihat manfaat nyata dari teknologi ini.

Dan ketika itu terjadi, pekerjaan rumah seperti mencuci baju, bisa jadi hanya akan menjadi cerita dari masa lalu yang dikerjakan manusia.