Ekonomi Makro

Rosan P Roeslani Pimpin Danantara: Transformasi Investasi Nasional

98
Rosan P Roeslani Pimpin Danantara Transformasi Investasi Nasional
Prabowo luncurkan Danantara; Rosan P Roeslani ditunjuk sebagai CEO untuk kelola aset BUMN US$900 miliar demi transformasi investasi nasional.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) pada Senin (24/2/2025) di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Peluncuran ini merupakan tonggak baru dalam upaya pemerintah mengoptimalkan pengelolaan aset BUMN yang mencapai US$900 miliar atau lebih dari Rp14.000 triliun.

Dalam acara tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Danantara akan berperan sebagai agen transformasi investasi nasional dan menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi Indonesia.

Penunjukan Kepemimpinan Danantara

Rosan P Roeslani sebagai CEO

Dalam acara peluncuran, Presiden Prabowo menunjuk Rosan P Roeslani sebagai CEO Danantara. Rosan P Roeslani diserahkan mandat untuk mengelola aset strategis BUMN dengan tujuan meningkatkan efisiensi dan transparansi pengelolaan investasi negara.

“Kami percaya bahwa dengan kepemimpinan Rosan P Roeslani, Danantara akan mampu mengoptimalkan pengelolaan aset dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional secara signifikan,” ujar Presiden Prabowo dalam sambutannya.

Tim Eksekutif dan Struktur Pengawas

Rosan P Roeslani tidak bekerja sendiri. Ia didampingi oleh Pak Dony Oskaria sebagai Chief Operating Officer (COO) dan Pak Pandu Sjahrir sebagai Chief Investment Officer (CIO).

Selain itu, Ketua Dewan Pengawas yang telah ditunjuk adalah mantan presiden, Erick Thohir, dengan Muliaman Hadad sebagai Wakil Ketua Dewan Pengawas. Menteri Keuangan Sri Mulyani juga akan mewakili Kementerian Keuangan dalam Dewan Pengawas, yang menjamin sinergi lintas lembaga dalam pengelolaan investasi nasional.

Landasan Hukum dan Regulasi Pendukung

Penguatan Regulasi BUMN

Peluncuran Danantara didukung oleh landasan hukum yang kuat. Presiden Prabowo baru saja menandatangani Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas UU Nomor 19 Tahun 2003 tentang BUMN, yang menjadi dasar restrukturisasi dan transformasi BUMN.

Selain itu, Peraturan Pemerintah Nomor 10 Tahun 2025 tentang Organisasi dan Tata Kelola BPI Danantara telah diterbitkan sebagai pedoman operasional untuk lembaga baru ini.

Keputusan Presiden dan Penunjukan Dewan Pengawas

Dalam upaya memastikan bahwa Danantara dijalankan sesuai dengan standar internasional dan prinsip good corporate governance (GCG), Presiden Prabowo juga telah menandatangani Keputusan Presiden Nomor 30 Tahun 2025 tentang pengangkatan dewan pengawas dan badan pelaksana Danantara.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk menerapkan tata kelola yang ketat serta meningkatkan integritas dan transparansi dalam pengelolaan aset negara.

Implikasi Strategis dan Harapan Ke Depan

Transformasi Investasi Nasional

Dengan total aset BUMN yang dikelola mencapai US$900 miliar, Danantara diharapkan akan menjadi katalis utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Melalui investasi strategis di sektor-sektor unggulan, seperti energi terbarukan, infrastruktur, teknologi, dan lainnya, Danantara akan mendukung pembangunan ekonomi jangka panjang.

Rosan P Roeslani bersama tim eksekutifnya memiliki visi untuk menjadikan Danantara sebagai lembaga yang tidak hanya mengelola aset negara, tetapi juga sebagai agen perubahan yang dapat memposisikan Indonesia di kancah ekonomi global.

Sinergi Antar Lembaga dan Kolaborasi Global

Peluncuran Danantara menandai era baru bagi BUMN Indonesia, di mana sinergi antara sektor publik dan swasta menjadi kunci dalam mengoptimalkan potensi investasi nasional.

Presiden Prabowo menegaskan, “BUMN harus beroperasi dengan standar tinggi, mengedepankan inovasi, transparansi, dan disiplin untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.”

Dengan dukungan dewan pengawas yang terdiri dari tokoh-tokoh terkemuka seperti Erick Thohir dan Muliaman Hadad, serta keterlibatan Menteri Keuangan Sri Mulyani, Danantara diharapkan dapat membangun kemitraan strategis, baik di dalam negeri maupun internasional.

Tantangan dan Strategi Pengelolaan Risiko

Meskipun prospek investasi sangat menjanjikan, Danantara harus menghadapi tantangan pengelolaan risiko yang kompleks, terutama dalam mengoptimalkan aset-aset BUMN dengan nilai tinggi.

Evaluasi risiko yang terus-menerus, penguatan sistem pengawasan internal, dan penyesuaian strategi investasi menjadi hal yang krusial.

Rosan P Roeslani menyatakan bahwa setiap langkah akan diambil dengan mengutamakan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal untuk menjaga stabilitas keuangan dan meningkatkan nilai investasi.


Peluncuran Danantara oleh Presiden Prabowo Subianto menandai transformasi besar dalam pengelolaan investasi negara, dengan Rosan P Roeslani sebagai CEO yang siap memimpin lembaga baru ini menuju era pertumbuhan ekonomi nasional.

Dengan landasan hukum yang kuat dan struktur tata kelola yang transparan, Danantara diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai aset BUMN, tetapi juga membuka peluang kerjasama strategis di tingkat global.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version