Geser Kebawah
BankKeuangan

Royke Tumilaar: Danantara Tak Gunakan Uang Simpanan Masyarakat

175
×

Royke Tumilaar: Danantara Tak Gunakan Uang Simpanan Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Dirut BNI Royke Tumilaar pastikan Danantara tidak gunakan DPK; hanya dividen yang dipakai. Peluncuran Danantara sebagai agen investasi strategis negara.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Presiden Prabowo Subianto telah resmi meluncurkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) yang diharapkan menjadi agen transformasi investasi strategis nasional.

Namun, isu mengenai potensi penggunaan dana pihak ketiga (DPK) dari bank-bank BUMN oleh Danantara mengemuka.

Sponsor
Iklan

Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), Royke Tumilaar, menepis isu tersebut dan menegaskan bahwa DPK tidak akan digunakan oleh Danantara. Menurut Royke, hanya dividen yang akan digunakan sebagai sumber dana, bukan simpanan masyarakat.

Klarifikasi Royke Tumilaar

Penolakan Penggunaan DPK

Dalam sebuah pernyataan resmi di Kompleks Istana Kepresidenan pada Senin (24/2/2025), Royke Tumilaar menyatakan,

“Itu tidak benar, hanya interpretasi yang salah. DPK tidak digunakan, yang dipakai adalah dividen. Di BNI tidak ada aksi penarikan besar-besaran, itu hanya rumor.”

Pernyataan ini datang sebagai tanggapan atas kekhawatiran yang beredar di media mengenai kemungkinan penarikan dana besar dari bank-bank BUMN pasca peluncuran Danantara.

Royke menegaskan bahwa langkah strategis pemerintah melalui Danantara akan memperkuat pengelolaan aset BUMN, tanpa menggangu simpanan nasabah.

Implikasi bagi Stabilitas Perbankan

Royke juga menekankan bahwa kebijakan ini dirancang untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan nilai tukar rupiah.

Dengan tidak menggunakan DPK, bank seperti BNI dapat mempertahankan likuiditas dan kepercayaan nasabah. Hal ini dianggap sangat penting mengingat kondisi pasar global yang masih penuh dinamika dan tantangan eksternal.

Dukungan dari Pihak Lain

Harapan dari BBRI

Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Sunarso, berharap agar peluncuran Danantara dapat dieksekusi dengan baik dan memberikan manfaat maksimal bagi perekonomian nasional.

“Hasilnya juga semoga baik, dengan ridho Allah,” ujar Sunarso. Pernyataan ini menunjukkan dukungan positif dari sektor perbankan pelat merah terhadap inisiatif pemerintah dalam mengelola aset strategis negara melalui Danantara.

Visi Indonesia Emas 2045

Peluncuran Danantara merupakan bagian dari visi besar Presiden Prabowo untuk membawa Indonesia ke tingkat yang lebih tinggi, sejalan dengan Asta Cita Indonesia Emas 2045.

Danantara, yang akan mengelola aset BUMN senilai US$900 miliar atau lebih dari Rp14.000 triliun, diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi dan transformasi investasi nasional.

Dengan tata kelola yang baik dan sinergi antara lembaga pemerintah, BUMN, dan sektor swasta, Indonesia berupaya mencapai stabilitas ekonomi yang lebih kuat.

Landasan Hukum dan Strategi Transformasi