JAKARTA, BursaNusantara.com – Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih belum menunjukkan penguatan yang konsisten sepanjang pekan lalu. Mata uang Garuda masih dibayangi oleh tekanan eksternal, khususnya ketegangan perdagangan global.
Dalam empat hari perdagangan terakhir, rupiah sempat melemah tiga hari berturut-turut, sebelum akhirnya ditutup menguat tipis pada Kamis (17/4) di level Rp16.833, atau naik 0,2% secara harian. Namun pada Jumat (18/4), rupiah kembali terkoreksi ke level Rp16.876, mendekati titik psikologis Rp16.900.
Padahal, indeks dolar AS masih berada di posisi tertekan sekitar 99 basis poin. Hal ini menunjukkan penguatan rupiah belum sepenuhnya sejalan dengan pelemahan dolar.
Faktor Global Masih Mendominasi
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai rupiah sangat terpengaruh oleh dinamika eksternal. Salah satu sorotan utamanya adalah hasil pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan delegasi Jepang yang belum membuahkan kesepakatan konkret.
“Jika Jepang gagal mencapai kesepakatan dengan AS, tekanan terhadap rupiah akan berlanjut,” jelas Lukman.
Tak hanya itu, eskalasi perang dagang antara AS dan China juga menjadi beban tersendiri bagi kinerja rupiah. Ibrahim Assuaibi, pengamat mata uang, mencermati bahwa China menuntut AS untuk menunjukkan sikap lebih hormat dalam negosiasi dagang, meski masih terbuka untuk dialog.
Posisi ULN dan Sentimen Investor
Dari sisi domestik, posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia tercatat menurun menjadi US$ 427,2 miliar pada Februari 2025. Penurunan ini dipicu oleh perpindahan dana asing dari SBN ke instrumen lain, mencerminkan kehati-hatian investor terhadap pasar domestik.
Meski demikian, baik Lukman maupun Ibrahim memproyeksi pergerakan rupiah pada awal pekan ini masih akan berada dalam rentang fluktuatif. Rupiah diperkirakan bergerak di kisaran Rp16.750–Rp16.900, dengan peluang penguatan terbatas.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












