KomoditasPasar

Rupiah Melemah ke Rp 16.583 per Dolar AS, Tren Pelemahan Berlanjut?

123
Rupiah Melemah Ke Rp 16.583 Per Dolar AS Tren Pelemahan Berlanjut
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp 16.583 per dolar AS pada Senin (31/3), turun 0,14% dibanding penutupan sebelumnya. Bagaimana tren selanjutnya?

JAKARTA, BursaNusantara.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali melemah di perdagangan pasar spot pada Senin (31/3). Hingga tengah hari, rupiah tercatat di level Rp 16.583 per dolar AS, turun 0,14% dibandingkan dengan penutupan perdagangan Jumat (28/3) yang berada di Rp 16.559 per dolar AS.

Rupiah Melemah di Tengah Sentimen Global

Pelemahan rupiah terjadi di tengah tekanan eksternal yang masih kuat, termasuk ekspektasi kebijakan moneter AS yang ketat dan ketidakpastian ekonomi global. Pergerakan rupiah kali ini juga bertolak belakang dengan mayoritas mata uang di Asia yang justru menguat terhadap dolar AS.

Hingga pukul 12.17 WIB, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di kawasan Asia setelah turun 0,25%. Sementara itu, won Korea Selatan juga mencatat penurunan tipis sebesar 0,03% terhadap dolar AS.

Mata Uang Asia Bergerak Beragam

Di sisi lain, beberapa mata uang Asia mencatat penguatan terhadap dolar AS. Yen Jepang menjadi mata uang dengan kenaikan terbesar setelah naik 0,45%. Kemudian peso Filipina menguat 0,16%, disusul yuan China yang naik 0,13%. Dolar Singapura juga mengalami kenaikan sebesar 0,04%, sedangkan baht Thailand menguat tipis 0,02%.

Prospek Rupiah ke Depan

Sejumlah analis menilai bahwa tekanan terhadap rupiah masih akan berlanjut dalam jangka pendek, terutama akibat faktor eksternal seperti pergerakan dolar AS yang masih dominan serta arah kebijakan Bank Sentral AS (The Fed). Bank Indonesia diharapkan terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan memastikan ketahanan ekonomi nasional tetap terjaga.

Para pelaku pasar juga akan mencermati perkembangan data ekonomi global serta kebijakan fiskal dan moneter dalam negeri untuk melihat potensi pergerakan rupiah di periode mendatang. Dengan dinamika pasar yang terus berubah, stabilitas ekonomi Indonesia akan menjadi faktor kunci dalam menjaga daya saing rupiah di tingkat global.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version