Geser Kebawah
HeadlineKomoditasPasar

Rupiah Melemah ke Rp 16.610, Dipengaruhi Pasar Saham

80
×

Rupiah Melemah ke Rp 16.610, Dipengaruhi Pasar Saham

Sebarkan artikel ini
Rupiah Melemah Ke Rp 16.610 Dipengaruhi Pasar Saham
Nilai tukar rupiah melemah ke Rp 16.610 per dolar AS akibat tekanan dari kepercayaan investor terhadap bursa saham dan faktor global.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Nilai tukar rupiah terus mengalami pelemahan akibat tekanan dari sentimen pasar dan kepercayaan investor terhadap bursa saham. Pengamat pasar uang yang juga Presiden Direktur PT Doo Financial Futures, Ariston Tjendra, menilai faktor ini menjadi penyebab utama pelemahan rupiah pada pembukaan perdagangan Selasa (25/3/2025) pagi.

Rupiah Tertekan Sentimen Pasar Saham

Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah turun 42,5 poin atau 0,26% menjadi Rp 16.610 per dolar AS. Ariston menjelaskan bahwa kepercayaan investor terhadap pasar saham domestik masih rendah, sehingga berimbas pada pergerakan nilai tukar rupiah.

Sponsor
Iklan

“Kepercayaan investor terhadap bursa saham dalam negeri turut memberikan tekanan ke rupiah. Pesimisme pelaku pasar terhadap pertumbuhan ekonomi domestik tercermin dalam pergerakan indeks saham Bursa Efek Indonesia (BEI),” jelas Ariston dalam catatannya, Selasa.

Sejak awal tahun 2025, IHSG tercatat melemah 931,21 poin atau 13,13% secara year to date (YTD). Pada 2 Januari 2025, IHSG masih berada di level 7.164, namun turun ke 6.161,22 pada 24 Maret 2025.

Faktor Global Pengaruhi Rupiah

Selain faktor domestik, tekanan terhadap rupiah juga berasal dari kondisi global. Pagi ini, indeks dolar AS mengalami kenaikan ke kisaran 104,30 dari sebelumnya 104,10.

Ariston menambahkan bahwa pasar masih mengantisipasi dampak negatif dari kebijakan kenaikan tarif yang akan segera diberlakukan oleh Presiden AS Donald Trump pada 2 April 2025. Selain itu, konflik baru di Timur Tengah turut meningkatkan kekhawatiran investor.

“Pasar masih mengantisipasi dampak negatif dari kebijakan kenaikan tarif Presiden AS Donald Trump yang akan segera diberlakukan tanggal 2 April, serta konflik baru di Timur Tengah yang memicu kekhawatiran pasar,” jelasnya.

Rupiah Berpotensi Terus Melemah

Berdasarkan berbagai faktor tersebut, rupiah berpotensi bergerak dalam kisaran Rp 16.590 – Rp 16.600 per dolar AS, dengan peluang support di level Rp 16.500 per dolar AS.

Pada pembukaan perdagangan Selasa pagi di Jakarta, nilai tukar rupiah tercatat melemah sebesar 42 poin atau 0,26% ke level Rp 16.610 per dolar AS, dibandingkan posisi sebelumnya di Rp 16.568 per dolar AS.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.