JAKARTA, BursaNusantara.com – Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah ke posisi Rp 16.536 per dolar AS pada Rabu (7/6), turun 0,53% dari level sebelumnya Rp 16.449 per dolar AS.
Tekanan terhadap rupiah terjadi seiring penguatan indeks dolar AS dan pelemahan mayoritas mata uang Asia.
Kurs won Korea mencatat pelemahan terdalam di kawasan dengan minus 1,09%, diikuti yen Jepang yang turun 0,54%, rupiah 0,53%, serta dolar Taiwan dan ringgit Malaysia masing-masing melemah 0,42% dan 0,22%.
Sementara itu, dolar Singapura turun 0,21%, rupee India melemah 0,20%, yuan China terkoreksi 0,13%, disusul dolar Hong Kong dan baht Thailand masing-masing melemah 0,08% dan 0,02%.
Baca Juga: Cadangan Devisa April 2025 Diproyeksi Tetap Tangguh
Di sisi lain, peso Filipina menjadi satu-satunya mata uang di Asia yang berhasil menguat terhadap dolar AS dengan kenaikan 0,38% sore kemarin.
Indeks dolar tercatat naik menjadi 99,41 dibanding hari sebelumnya di 99,23, mencerminkan penguatan dolar AS secara global yang makin dominan dan menekan stabilitas mata uang regional.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












