Geser Kebawah
KomoditasPasar

Rupiah Menguat Tipis, Pasar Tunggu Data Ketenagakerjaan AS

138
×

Rupiah Menguat Tipis, Pasar Tunggu Data Ketenagakerjaan AS

Sebarkan artikel ini
Rupiah Menguat Tipis, Pasar Tunggu Data Ketenagakerjaan AS
Rupiah menguat tipis ke Rp16.306,5 per dolar AS di tengah pelemahan dolar dan penantian pasar atas data ketenagakerjaan AS.

Rupiah Sentuh Level Rp16.306,5, Pasar Tunggu Arah Non-Farm Payrolls

JAKARTA, BursaNusantara.com – Nilai tukar rupiah dibuka menguat tipis terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu pagi (4/6/2025).

Sentimen pasar masih tertahan oleh penantian data ketenagakerjaan AS yang dijadikan petunjuk arah perdagangan jangka pendek.

Sponsor
Iklan

Pada pukul 09.06 WIB, data Bloomberg menunjukkan rupiah naik 2,2 poin atau 0,01 persen ke level Rp16.306,5 per dolar AS.

Penguatan ini terjadi setelah pada Selasa (3/6), rupiah ditutup melemah 55,7 poin ke posisi Rp16.308,7 per dolar AS.

Pelemahan Dolar AS Dipicu Sentimen Tarif dan Data Ekonomi

Dolar AS terlihat melunak menjelang rilis laporan tenaga kerja dan perkembangan kebijakan dagang. Indeks dolar turun 0,12 poin ke posisi 99,1 sementara imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun naik 14 basis poin ke level 4,45 persen.

Baca Juga: Harga Minyak Tembus Tertinggi 2 Pekan, Ketegangan Global Memanas

Reuters melaporkan pasar tengah mencermati rencana kenaikan tarif baja dan aluminium oleh pemerintahan Donald Trump.

Presiden Trump menetapkan tenggat waktu hingga Rabu bagi mitra dagang, termasuk China, untuk menyampaikan tawaran dagang terbaik mereka.

Gedung Putih juga memberi sinyal kemungkinan panggilan telepon antara Trump dan Presiden China Xi Jinping minggu ini. Keduanya sebelumnya saling tuding melanggar kesepakatan tarif yang telah dirancang.

Data Ekonomi AS Menjadi Kunci Penggerak Dolar

Sementara tensi dagang meningkat, indikator ekonomi AS juga memainkan peran penting dalam menggerakkan pasar valuta.

Baca Juga: Harga Batu Bara Tertekan, China dan India Ubah Arah Pasar

Data manufaktur yang lemah sempat menekan dolar 0,8 persen pada Senin, namun rebound terjadi setelah data lowongan kerja JOLTS menunjukkan lonjakan.

Pada Rabu pagi, dolar terkoreksi 0,09 persen ke posisi 143,82 yen Jepang, sedangkan euro naik 0,13 persen ke US$1,1385. Indeks dolar relatif stagnan di kisaran 99,159, menandakan pasar masih menunggu data lanjutan.

Analis Commonwealth Bank of Australia, Joseph Capurso, menyebut bahwa data JOLTS yang kuat bisa jadi awal kejutan.

“Dengan perkiraan ADP yang rendah, hanya sedikit dorongan yang dibutuhkan untuk membuat dolar dan imbal hasil obligasi melonjak malam ini,” ujarnya.

Pergerakan Mata Uang Asia Bervariasi, Fokus Tertuju pada Rilis Data

Selain rupiah, sejumlah mata uang Asia menunjukkan pergerakan variatif. Dolar Australia nyaris tak bergerak di level US$0,6460 menjelang rilis data PDB negara tersebut.

Sementara itu, won Korea Selatan justru menguat 0,2 persen ke level 1.375,25 per dolar AS. Kemenangan kandidat liberal Lee Jae-myung dalam pemilu presiden Korea Selatan menjadi sentimen penguatan utama.

Para pelaku pasar kini mengarahkan perhatian ke laporan ketenagakerjaan ADP yang akan dirilis malam ini. Hasil laporan tersebut akan menjadi penentu arah pasar menjelang data utama non-farm payrolls AS yang dijadwalkan Jumat nanti.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.