KomoditasPasar

Rupiah Menguat Usai The Fed Tahan Pajak & BI Pangkas Suku Bunga

147
Rupiah Menguat Usai The Fed Tahan Pajak & BI Pangkas Suku Bunga
Nilai tukar rupiah naik ke Rp16.295 per dolar AS. Penguatan dipicu pelemahan dolar AS dan pemangkasan suku bunga oleh BI.

Rupiah Lanjutkan Penguatan, Didukung Sentimen Global dan Domestik

JAKARTA, BursaNusantara.com – Kurs rupiah melanjutkan tren penguatannya terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Kamis (22/5), didorong kombinasi sentimen eksternal dan kebijakan moneter dalam negeri.

Mengutip Bloomberg, rupiah diperdagangkan di level Rp16.295 per dolar AS pada pukul 09.20 WIB, menguat 0,63% dibandingkan penutupan hari sebelumnya di level Rp16.399.

Sentimen Global: Dolar Melemah karena Politik Pajak AS

Ekonom Bank Danamon, Hosianna Evalita Situmorang menilai pelemahan dolar AS dipicu oleh kegagalan Presiden AS Donald Trump dalam mengamankan dukungan penuh terhadap proposal reformasi pajaknya.

Situasi politik tersebut memicu koreksi mata uang dolar, membuka ruang apresiasi bagi mata uang emerging markets termasuk rupiah.

Faktor Domestik: Penurunan Suku Bunga BI Beri Dukungan

Hosianna menambahkan, langkah Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin turut memberikan dukungan terhadap nilai tukar, meskipun dampaknya dinilai masih terbatas.

Kepala Ekonom Bank Permata, Josua Pardede mengatakan, penguatan rupiah ke depan berpotensi berlanjut seiring optimisme masuknya kembali investor asing ke pasar obligasi dan saham domestik.

Menurut Josua, potensi penguatan akan tetap terbatas di rentang Rp16.325–Rp16.450 sepanjang hari ini, Kamis (22/5). Sementara Hosianna memproyeksikan pergerakan rupiah berada di kisaran Rp16.395–Rp16.430.

Silakan beri tahu jika Anda ingin artikel ini disesuaikan untuk kanal lain atau dalam format khusus untuk distribusi media. Saya siap bantu.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version