JAKARTA, BursaNusantara.com – Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) resmi mengubah susunan pengurus perseroan. Salah satu keputusan utama dalam RUPST kali ini adalah pengangkatan Jahja Setiaatmadja sebagai Presiden Komisaris menggantikan Djohan Emir Setijoso yang mengundurkan diri, serta Gregory Hendra Lembong sebagai Presiden Direktur baru.
Djohan Emir Setijoso Mengundurkan Diri
Djohan Emir Setijoso, yang telah menjabat dalam berbagai posisi strategis selama 25 tahun di BCA, resmi mengundurkan diri sebagai Presiden Komisaris. Pengunduran dirinya akan berlaku efektif pada 1 Juni 2025.
Sebagai penggantinya, RUPST menyetujui pemberhentian dengan hormat Jahja Setiaatmadja dari jabatannya sebagai Presiden Direktur BCA. Jahja akan mengisi posisi Presiden Komisaris setelah pengunduran diri Djohan Emir Setijoso berlaku efektif dan mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Selain itu, pemegang saham juga menyetujui pengangkatan Gregory Hendra Lembong sebagai Presiden Direktur yang baru. Pengangkatannya akan efektif setelah memenuhi seluruh ketentuan perizinan dari OJK.
Struktur Baru Direksi dan Komisaris BCA
Dalam RUPST, selain pergantian Presiden Komisaris dan Presiden Direktur, beberapa posisi lainnya juga mengalami perubahan:
- John Kosasih diangkat sebagai Wakil Presiden Direktur dari posisi sebelumnya sebagai Direktur BCA.
- Hendra Tanumihardja diangkat sebagai Direktur BCA setelah sebelumnya menjabat sebagai Kepala Divisi Pengembangan Solusi Kerjasama Transaksi Perbankan.
Keputusan ini masih menunggu persetujuan resmi dari OJK agar dapat berlaku efektif.
Profil Singkat Jahja Setiaatmadja
Jahja Setiaatmadja merupakan figur berpengalaman dalam dunia perbankan. Pria berusia 69 tahun ini telah menjabat sebagai Presiden Direktur BCA sejak 2011. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur BCA pada periode 2005-2011 dengan tanggung jawab mencakup bisnis perbankan cabang, divisi tresuri, perbankan internasional, serta kantor perwakilan luar negeri.
Sebelum bergabung dengan BCA, Jahja memiliki pengalaman luas di berbagai sektor industri. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan di PT Indomobil pada 1989-1990 dan PT Kalbe Farma pada 1980-1989.
Dengan latar belakang akuntansi dari Universitas Indonesia, Jahja dikenal memiliki keahlian dalam bidang strategi perbankan, manajemen keuangan, treasury, serta transformasi digital perbankan.
Gregory Hendra Lembong Resmi Menjadi Presiden Direktur BCA
Sementara itu, Gregory Hendra Lembong resmi ditunjuk sebagai Presiden Direktur BCA menggantikan Jahja Setiaatmadja. Keputusan ini diambil dalam RUPST dan akan berlaku efektif setelah mendapat persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Gregory memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di dunia perbankan, baik di dalam maupun luar negeri. Ia telah menjabat sebagai Wakil Presiden Direktur BCA sejak 2022 dan bertanggung jawab atas Group Strategic Information Technology serta Group Operation Strategy & Development.
Sebelum bergabung dengan BCA, Gregory pernah menduduki berbagai posisi strategis di beberapa institusi keuangan besar, antara lain:
- Chief Transformation Officer di PT Bank CIMB Niaga Tbk (2019-2020)
- Chief Fintech Officer di CIMB Group Malaysia (2018)
- CEO Group of Transaction Banking di CIMB Group Malaysia (2016-2018)
- Regional Head of Transaction Services Asia Pacific di J.P. Morgan Singapura (2010-2013)
- Global COO & Head of Business Development di Deutsche Bank London (2009-2010)
Gregory merupakan lulusan University of Washington dengan gelar Bachelor of Science in Chemical Engineering dan melanjutkan pendidikannya di Stanford University dengan gelar Master of Science in Engineering Economic Systems.
John Kosasih Menjadi Wakil Presiden Direktur
Selain mengangkat Presiden Direktur baru, RUPST BCA juga menyetujui pengangkatan John Kosasih sebagai Wakil Presiden Direktur. Sebelumnya, ia menjabat sebagai Direktur BCA yang bertanggung jawab atas Divisi Komersial & SME, Cash Management, dan Sentra Layanan Kredit sejak 2021.
John memiliki pengalaman panjang di industri perbankan, termasuk sebagai Presiden Direktur PT Bank BCA Syariah (2016-2021). Sebelum bergabung dengan BCA, ia juga pernah menduduki berbagai posisi strategis di bank lain, termasuk PT Bank Danamon Indonesia Tbk dan PT Bank Risjad Salim Internasional.
John merupakan lulusan Murdoch University di Perth, Australia, dengan gelar Bachelor of Economic. Ia juga telah mengikuti berbagai program kepemimpinan perbankan di University of Washington dan University of Chicago Booth School of Business.
Hendra Tanumihardja Diangkat Menjadi Direktur BCA
RUPST BCA juga memutuskan untuk mengangkat Hendra Tanumihardja sebagai Direktur baru. Sebelumnya, Hendra menjabat sebagai Kepala Divisi Pengembangan Solusi Kerjasama Transaksi Perbankan BCA sejak 2022.
Karir Hendra di BCA dimulai sejak 1990 dan berkembang pesat melalui berbagai posisi strategis, termasuk:
- Kepala Divisi Human Capital Management (2016-2020)
- Kepala Divisi Corporate Strategy & Planning (2021-2022)
- Senior Manager HR di PT Kalbe Farma Tbk (2006-2008)
Hendra adalah lulusan Universitas Tarumanagara dengan gelar S1 Akuntansi dan melanjutkan pendidikan S2 Keuangan di Universitas Indonesia.
Dampak Pergantian Manajemen BCA
Perubahan susunan pengurus ini menunjukkan komitmen BCA dalam memperkuat strategi bisnisnya di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat. Dengan pengalaman dan kepemimpinan yang kuat dari para eksekutif baru, BCA diharapkan dapat terus berinovasi dan mempertahankan posisinya sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia.
Sebagai salah satu bank dengan kapitalisasi pasar terbesar di Bursa Efek Indonesia, keputusan strategis ini juga menjadi perhatian utama bagi para investor dan pelaku pasar. Dengan kepemimpinan baru, BCA diharapkan dapat terus tumbuh dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.











