JAKARTA, BursaNusantara.com – Real World Asset (RWA) dipandang sebagai langkah revolusioner dalam perkembangan dunia kripto dan blockchain.
Tidak hanya menjadi bagian dari algoritma dan kode, RWA kini menghadirkan perpaduan dunia nyata dan digital yang lebih aman serta likuid.
Dengan potensi menjadi industri bernilai triliunan dolar, RWA disebut-sebut akan menjadi babak baru yang menjanjikan dalam ekosistem kripto.
Ketua Umum Indonesia Real World Asset Tokenization Association (Irwata), Muhammad Sabdo, menyatakan, “Kita bisa bilang RWA ini akan jadi era baru di dunia kripto.”
Dalam konferensi pers Irwata pada Senin (20/01/2025), Sabdo menjelaskan bahwa perkembangan teknologi kripto sebenarnya berada di jalur yang benar, meskipun sering kali disalahgunakan oleh pelaku tak bertanggung jawab melalui praktik seperti robo trading atau skema ponzi.
Apa Itu Real World Asset (RWA)?
RWA adalah aset fisik yang direpresentasikan sebagai token digital di blockchain. Ini memungkinkan transaksi yang lebih kompleks, aman, dan transparan.
Dengan teknologi blockchain, setiap transaksi dapat diverifikasi oleh siapa saja, sehingga meminimalkan risiko korupsi atau penyalahgunaan.
Sebagai contoh, Sabdo menyebutkan bahwa blockchain dapat dimanfaatkan untuk mendistribusikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) secara transparan.
“Jika blockchain dimanfaatkan untuk BLT, maka tidak akan ada lagi korupsi karena transaksi bisa dilihat siapa saja di jaringan blockchain,” jelasnya.
Potensi Besar di Masa Depan
RWA memiliki kemiripan dengan perkembangan era Bubble.com pada 1990-an dan kemunculan startup serta cryptocurrency. Sabdo optimistis bahwa teknologi blockchain dapat mendorong transparansi dan pertumbuhan ekonomi digital, terutama jika diterapkan secara benar di sektor-sektor strategis.
Ketua Umum Asosiasi Data Center Indonesia, Hendra Suryakusuma, menambahkan, “Melakukan tokenisasi terhadap aset dunia nyata, terutama di Indonesia, akan menarik likuiditas global dan memberikan dampak positif pada pertumbuhan ekonomi digital Indonesia.”
Irwata: Penghubung Lokal dan Internasional
Irwata, sebagai organisasi Real World Asset pertama di Indonesia, berperan penting dalam menjembatani pemain kripto lokal dan internasional.
Mereka juga berencana mengadakan Irwata Summit 2025 pada 26 Februari 2025 mendatang. Acara ini akan menghadirkan lebih dari 50 Founder dan Co-Founder proyek blockchain seperti Polygon, Chainlink, dan XRP.
Wakil Ketua Umum Irwata, Baby Kristami, menjelaskan bahwa acara tersebut akan menjadi ajang diskusi panel dengan narasumber ahli di bidang blockchain dan RWA.
“Setelah itu juga akan ada penandatanganan MOU dengan berbagai instansi, termasuk instansi pemerintahan. Dan kami juga akan mengundang Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto, untuk hadir dalam acara tersebut,” ungkapnya.
Blockchain untuk Ekonomi Digital Indonesia
Menurut Hendra, Irwata berperan sebagai wadah untuk menyatukan berbagai pemangku kepentingan, termasuk regulator, pelaku industri blockchain, dan industri data center.
Sebagai pengguna utama teknologi data center, pelaku blockchain memerlukan infrastruktur yang solid untuk mendukung ekosistem mereka.
Dengan tokenisasi aset dunia nyata, Indonesia dapat menarik investasi asing dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi digital. Irwata berkomitmen untuk menjadi platform yang mendukung transparansi, keamanan, dan inovasi di industri blockchain.
Era baru RWA membuka peluang besar bagi industri kripto. Dengan teknologi blockchain yang mendukung transparansi dan keamanan, RWA tidak hanya meningkatkan kepercayaan, tetapi juga menarik likuiditas global yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
Irwata, sebagai pionir dalam tokenisasi aset dunia nyata, siap memimpin langkah ini dengan menghadirkan kolaborasi antara pemain lokal dan internasional melalui berbagai inisiatif strategis.











