Geser Kebawah
Saham

Saham AADI ARA Tiga Hari Beruntun, Target Tembus Rp30.100.

188
×

Saham AADI ARA Tiga Hari Beruntun, Target Tembus Rp30.100.

Sebarkan artikel ini
saham aadi ara tiga hari beruntun, target tembus rp30.100.
Saham Adaro Andalan (AADI) mencetak kenaikan ARA tiga hari beruntun, dengan target harga Rp30.100. Prospek cerah didukung fundamental kuat dan peluang masuk MSCI.

JAKARTA, Bursa Nusantara Official – Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI) kembali mencetak kenaikan signifikan hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA) untuk ketiga kalinya berturut-turut. Sucor Sekuritas, dalam riset terbarunya, mengerek target harga saham AADI menjadi Rp30.100 per saham, mencerminkan optimisme terhadap prospek bisnis perusahaan ini di sektor energi.

Pada perdagangan Senin (9/12/2024), saham AADI melonjak 19,75%, ditutup pada level Rp9.550 per saham. Dengan harga ini, AADI telah melesat hingga 72,07% sejak penawaran umum perdana (IPO) yang dibanderol Rp5.550 per saham. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 39,2 juta saham AADI telah diperdagangkan dengan nilai transaksi mencapai Rp374,3 miliar, sementara kapitalisasi pasar melonjak menjadi Rp74,73 triliun.

Sponsor
Iklan

Valuasi Menarik dan Prospek Cerah AADI

Analis Sucor Sekuritas, Yoga Ahmad Gifari, dalam risetnya mengungkapkan bahwa AADI memiliki kinerja operasional yang solid sebagai salah satu produsen batu bara berbiaya rendah dengan pendapatan yang terdiversifikasi.

“Dengan harga IPO sebesar Rp5.550, valuasi AADI sangat menarik, hanya 2,3 kali lebih rendah dibandingkan perusahaan sejenis,” tulis Yoga. Sucor Sekuritas menilai nilai intrinsik AADI wajar berada di kisaran Rp14.600 per saham, dengan valuasi total sebesar US$7,3 miliar.

Menurut Yoga, terdapat beberapa katalis yang berpotensi mendorong harga saham AADI lebih tinggi, seperti ketegangan geopolitik global, kemungkinan inklusi dalam Indeks MSCI Indonesia, serta kebijakan pemerintah yang mendukung sektor energi.

“Mempertimbangkan faktor-faktor tersebut, target harga saham AADI kami tetapkan di level premium Rp30.100 per saham, setara dengan kapitalisasi pasar US$15,1 miliar,” tambah Yoga.

Fundamental Kuat Mendukung Pertumbuhan Berkelanjutan

AADI memiliki cadangan batu bara sebesar 917 juta ton dan sumber daya mencapai 4,1 miliar ton, yang menjamin keberlanjutan produksi hingga 80 tahun ke depan. Posisi keuangan AADI juga sangat solid, dengan saldo kas yang mencapai US$1 miliar, memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk ekspansi organik maupun anorganik.

Yoga menyebut, AADI berada dalam posisi yang strategis untuk memanfaatkan dinamika global. Ketegangan geopolitik yang meningkat, menurutnya, cenderung memicu kenaikan harga komoditas, termasuk batu bara.

“Dalam siklus booming 2021-2022, harga saham perusahaan induk Adaro, ADRO, meningkat lebih dari tiga kali lipat. Dengan dinamika serupa, potensi pendapatan AADI dan pergerakan harga sahamnya bisa tumbuh signifikan,” jelas Yoga.

Potensi Masuk ke Indeks MSCI Indonesia

Sucor Sekuritas juga memproyeksikan AADI menjadi kandidat kuat untuk masuk ke dalam Indeks MSCI Indonesia. Agar memenuhi syarat, AADI perlu mencapai kapitalisasi pasar sebesar US$3,0 miliar dengan free float sebesar 50%. Hal ini berarti perusahaan membutuhkan kapitalisasi pasar free float senilai US$1,5 miliar atau sekitar Rp24 triliun.

“Fundamental yang kokoh dan prospek pertumbuhan menjanjikan akan memperkuat posisi AADI untuk masuk ke dalam indeks MSCI, yang nantinya bisa menjadi katalis tambahan dalam mendorong kinerja saham,” ujar Yoga.

Disclaimer Investasi

Berita ini tidak bermaksud mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab masing-masing individu.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Tinggalkan Balasan