HeadlinePasarSaham

Saham AADI Melejit: Rumor Investor Kakap dan Dividen Besar

143
saham aadi melejit rumor investor kakap dan dividen besar kompres
Saham Adaro Andalan Indonesia (AADI) naik 4,76% di tengah rumor investor kakap dan dividen tinggi, menarik perhatian para investor saham.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Saham PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencuri perhatian investor dengan kenaikan signifikan sebesar 4,76% ke harga Rp 9.350 per akhir sesi pertama perdagangan pada 23 Januari 2025.

Lonjakan ini dipicu oleh rumor panas mengenai masuknya investor besar yang disebut-sebut akan memborong hingga 40-45% saham AADI.

Dalam sesi perdagangan tersebut, saham AADI berhasil menarik volume transaksi mencapai 26,7 juta saham dengan frekuensi 11.594 kali dan total nilai transaksi mencapai Rp 245,97 miliar.

Angka ini bahkan melampaui total transaksi saham AADI pada perdagangan sehari penuh di tanggal 22 Januari 2025. Tidak heran, saham perusahaan batu bara termal ini kini menjadi sorotan utama para pelaku pasar modal.

Rumor Investor Kakap

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa Beckett, investor besar yang sebelumnya pernah memiliki saham Adaro Group, sedang mengincar 40-45% saham AADI.

Jika rumor ini benar, posisi Beckett akan sejajar dengan PT Adaro Strategi Investments yang saat ini memegang 41% saham AADI. Hal ini tentu akan membawa dampak besar terhadap struktur kepemilikan dan prospek perusahaan di masa depan.

Sekretaris Perusahaan AADI, Ray Aryaputra, ketika dihubungi, memberikan tanggapan resmi terkait rumor tersebut. “Sampai dengan saat ini, kami belum mendengar informasi apa pun terkait hal ini,” ungkapnya pada Kamis, 16 Januari 2025. Meskipun belum ada konfirmasi resmi, pasar tampaknya sudah lebih dulu merespons rumor ini dengan antusias.

Faktor Katalis Saham AADI

Menurut riset dari Sucor Sekuritas, ada beberapa faktor lain yang menjadi katalis positif bagi saham AADI, di antaranya adalah:

  1. Potensi Pengurangan Royalti Batu Bara Pemerintah dikabarkan sedang mempertimbangkan pengurangan royalti batu bara sebesar 5-9%. Jika kebijakan ini direalisasikan, laba bersih AADI diprediksi dapat meningkat hingga 15-27% dari skenario dasar.
  2. Kenaikan Harga Energi Ketegangan geopolitik yang terus meningkat mendorong kenaikan harga energi global. Disrupsi pasokan dari Rusia dan Timur Tengah menjadi sentimen tambahan yang memperkuat prospek saham sektor energi, termasuk AADI.
  3. Valuasi yang Atraktif Sucor Sekuritas mencatat bahwa saham AADI saat ini diperdagangkan dengan price-to-earnings ratio (PER) 2025 sebesar 4,8 kali. Selain itu, imbal hasil dividen yang mencapai 12% menjadi daya tarik tersendiri bagi investor.

Rekomendasi Saham dan Target Harga

Dalam risetnya, Sucor Sekuritas merekomendasikan “buy” untuk saham AADI dengan target harga (target price) yang sangat tinggi, yakni Rp 30.100 per saham.

Angka ini mencerminkan potensi kenaikan yang signifikan dari harga saat ini. “Kami percaya, angin buritan kuat dari beberapa kejadian bakal mendongkrak sentimen positif serta memberikan potensi re-rating yang signifikan bagi saham AADI,” tulis Sucor Sekuritas.

Sentimen Pasar dan Prospek ke Depan

Rumor terkait investor besar seperti Beckett serta potensi kebijakan pengurangan royalti menjadi kombinasi yang menarik bagi para pelaku pasar. Di sisi lain, fundamental perusahaan yang kuat dengan dukungan prospek dividen tinggi menjadi daya tarik tambahan.

Namun, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi.

Meskipun prospek AADI terlihat cerah, ketidakpastian terkait rumor yang belum terkonfirmasi tetap menjadi risiko yang perlu diperhatikan.

Dengan berbagai katalis positif yang mendukung pergerakan saham AADI, peluang untuk mencetak keuntungan tampak semakin besar. Namun, seperti biasa, investor perlu memastikan strategi investasi mereka tetap berdasarkan analisis yang matang. Saham AADI jelas menjadi salah satu yang layak diwaspadai oleh para pelaku pasar modal di awal tahun 2025 ini.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version