JAKARTA, BursaNusantara.com – Saham PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) masih stagnan di level Rp 50 sejak Oktober 2024. Pada perdagangan Jumat (7/3/2025), saham ADCP hanya ditransaksikan sebanyak 6,80 ribu saham dengan frekuensi 10 kali dan nilai transaksi sebesar Rp 340 ribu.
Kinerja Saham ADCP yang Stagnan
PT Adhi Commuter Properti Tbk merupakan anak usaha PT Adhi Karya Tbk (ADHI) yang menguasai 89,99% saham ADCP, sementara masyarakat menggenggam 9,99%. Hingga 28 Februari 2025, ADCP memiliki total 14.970 investor.
Sejak beberapa bulan terakhir, saham ADCP tampak tidak mengalami pergerakan berarti di pasar. Hal ini membuat investor mempertanyakan prospek bisnis perseroan ke depan, terutama di tengah perlambatan sektor properti.
Laporan Keuangan ADCP 2024
Dalam keterangan resmi yang dirilis kemarin, ADCP melaporkan kinerja keuangan tahun 2024 dengan total pendapatan sebesar Rp 300,3 miliar. Dari jumlah tersebut, laba kotor tercatat sebesar Rp 92,4 miliar, sementara laba bersih hanya mencapai Rp 42,8 miliar.
Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, terjadi penurunan signifikan. Pada 2023, ADCP mencatatkan pendapatan sebesar Rp 652 miliar dan laba bersih Rp 116 miliar. Artinya, laba bersih ADCP turun drastis lebih dari 60%.
Sumber Pendapatan ADCP
Pendapatan ADCP pada 2024 masih didominasi oleh sektor properti, termasuk proyek kerja sama operasi (KSO), yang berkontribusi lebih dari 50%. Sementara itu, sektor hotel dan pengelolaan bisnis komersial menyumbang 43% dari total pendapatan.
Beberapa proyek utama yang menjadi sumber pendapatan ADCP meliputi:
- LRT CITY Bekasi – Eastern Green menyumbang 35% dari total pendapatan.
- ADHI CITY Sentul berkontribusi sebesar 33%.
- LRT CITY Sentul memberikan kontribusi 27%.
- Sisanya berasal dari proyek Cisauk Point – Member of LRT CITY dan LRT CITY MTH.
Kondisi Neraca Keuangan ADCP
Dari sisi neraca keuangan, total aset ADCP mengalami peningkatan menjadi Rp 6,82 triliun. Aset ini terdiri dari:
- Aset lancar sebesar Rp 3,64 triliun.
- Aset tidak lancar sebesar Rp 3,17 triliun.
Meski mencatat pertumbuhan aset, tekanan terhadap kinerja keuangan masih menjadi tantangan bagi ADCP. Perusahaan diharapkan dapat meningkatkan strategi bisnisnya untuk kembali menarik minat investor dan mengembalikan tren pertumbuhan laba yang lebih stabil di masa mendatang.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.








