Ganti Nama Jadi Alamtri, Saham ADRO Langsung Melesat Incar Target Rp2.200
JAKARTA – Wajah baru, semangat baru. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO), yang sebelumnya dikenal sebagai PT Adaro Energy Indonesia Tbk, menunjukkan tajinya di awal tahun 2026.
Saham emiten tambang raksasa ini diprediksi akan terus merangkak naik dalam waktu dekat seiring dengan sederet sentimen positif yang menyelimutinya.
Pada perdagangan sesi I, Kamis (8/1/2026), saham ADRO terpantau melonjak 3,48% ke posisi Rp 2.080.
Meski secara tahunan masih terkoreksi, namun dalam sebulan terakhir ADRO telah memberikan “napas hijau” bagi investor dengan penguatan sebesar 14,6%.
Analisis Teknikal: Menuju Target Harga Rp2.200
Muhammad Fatah Al Falah, Technical Analyst dari RHB Sekuritas Indonesia, melihat adanya sinyal bullish yang kuat pada grafik ADRO. Ia menetapkan dua level target krusial yang perlu diperhatikan investor:
- Target Harga 1 (TP1): Rp 2.120 (Potensi upside 7,6%)
- Target Harga 2 (TP2): Rp 2.200 (Potensi upside 11,6%)
Asing Mulai Akumulasi Masif
Daya tarik Alamtri Resources tak hanya memikat investor domestik, tetapi juga memicu aksi beli masif oleh investor mancanegara.
Hingga sesi I hari ini, nilai transaksi telah menembus Rp 829,9 miliar dengan volume 389 juta saham.
Data Bursa Efek Indonesia (IDX) mencatat pada hari sebelumnya (7/1), investor asing membukukan beli bersih (net buy) senilai Rp 123,2 miliar. Akumulasi ini menunjukkan kepercayaan global terhadap langkah strategis perusahaan pasca-perubahan nama.
Pemanis Dividen Interim Rp 145,14
Sentimen paling “gurih” yang menjadi magnet bagi para pemburu cuan adalah kepastian pembagian dividen interim.
Manajemen ADRO menjadwalkan pembagian dividen sebesar Rp 145,14 per lembar saham. Bagi investor jangka panjang, dividend yield ini menjadi bantalan yang sangat menarik di tengah volatilitas pasar.
Perubahan nama menjadi Alamtri Resources Indonesia merupakan bagian dari transformasi besar korporasi dalam menyongsong arah bisnis yang lebih strategis di tahun 2026 dan masa depan.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.







