Reaksi Tak Biasa Saham Tambang Saat Cum Date Dividen
JAKARTA, BursaNusantara.com – Harga saham dua emiten tambang unggulan PT Aneka Tambang Tbk (IDX:ANTM) dan PT Bukit Asam Tbk (IDX:PTBA) justru mengalami koreksi tajam pada hari cum date dividen, Jumat 20 Juni 2025.
Kondisi ini menjadi sorotan karena biasanya harga saham justru terdorong naik menjelang cum date akibat aksi beli spekulatif investor yang mengincar dividen.
Saham Antam (ANTM) ditutup melemah tajam 3,90% ke level Rp 3.200 per saham pada hari tersebut.
Sementara saham Bukit Asam (PTBA) turut terkoreksi meski lebih ringan, yakni turun 1,34% dan berakhir di harga Rp 2.950 per saham.
Koreksi harga yang terjadi bersamaan dengan cum date memicu asumsi pasar akan aksi profit taking yang lebih agresif dibanding ekspektasi dividen.
Tekanan Asing Dominasi Perdagangan
Selain faktor teknikal dan ekspektasi pasar, tekanan jual dari investor asing turut memperkuat tekanan penurunan harga saham keduanya.
Saham Antam (ANTM) mencatatkan aksi jual bersih asing (net sell) senilai Rp 6,61 miliar pada hari cum date tersebut.
Tekanan jual lebih besar terjadi pada saham Bukit Asam (PTBA) dengan nilai net sell asing mencapai Rp 50,6 miliar.
Arus keluar dana asing ini mencerminkan sikap kehati-hatian investor global menjelang fase ex date yang jatuh pada Senin, 23 Juni 2025.
Fase ex date menjadi batas di mana investor tidak lagi berhak memperoleh dividen meskipun tetap memegang saham.
Kinerja Harga Sebelum Koreksi
Menariknya, meski terjadi tekanan saat cum date, harga saham ANTM dan PTBA sebelumnya telah mencatat lonjakan signifikan sejak awal tahun.
Saham Antam (ANTM) sudah melejit hingga 118% sejak awal tahun hingga 19 Juni 2025, mencerminkan reli yang sangat agresif.
Reli serupa juga terjadi pada saham Bukit Asam (PTBA) yang melambung sekitar 30% dari harga Rp 2.300 per saham pada 24 Maret 2025 menjadi Rp 2.990 per 19 Juni 2025.
Kenaikan tajam ini bisa menjadi dasar bagi sebagian investor untuk melakukan aksi ambil untung menjelang pembagian dividen.
Detail Dividen & Tanggal Penting
Antam telah mengumumkan pembagian dividen untuk tahun buku 2024 sebesar Rp 3,64 triliun.
Jumlah tersebut setara dengan Rp 151,77 per saham yang akan dibayarkan kepada pemegang saham terdaftar.
Sementara itu, PTBA membagikan dividen lebih besar senilai Rp 3,82 triliun atau Rp 332,43 per saham.
Kedua emiten dijadwalkan melakukan pembayaran dividen pada 11 Juli 2025 mendatang.
Adapun tanggal pencatatan (recording date) investor yang berhak menerima dividen adalah 24 Juni 2025.
Pola Perdagangan Eks Dividen
Setelah cum date berlalu, fase berikutnya adalah ex date yang jatuh pada Senin, 23 Juni 2025, dan biasanya harga saham terkoreksi akibat investor baru tak lagi memperoleh hak dividen.
Secara teknikal, tekanan jual pada ex date merupakan penyesuaian alami dari harga saham yang mencerminkan nilai dividen yang sudah tidak lagi melekat.
Namun dalam konteks ANTM dan PTBA, koreksi sudah terjadi lebih dulu saat cum date, yang mengindikasikan ekspektasi pasar sudah mengantisipasi momen dividen tersebut.
Situasi ini memperlihatkan pola yang tidak biasa dalam siklus pembagian dividen pada emiten pertambangan kali ini.
Narasi Investor di Tengah Volatilitas
Dinamika yang dialami saham Antam dan Bukit Asam ini menjadi refleksi bahwa pasar tidak selalu merespons pembagian dividen secara positif.
Alih-alih mengakumulasi saham menjelang pembagian, investor justru tampak lebih agresif dalam melepas kepemilikan mereka.
Faktor keuntungan jangka pendek dan lonjakan harga sebelumnya menjadi alasan kuat bagi investor merealisasikan profit.
Di sisi lain, tekanan asing memperkuat sentimen negatif terhadap momentum dividen, menjadikan koreksi harga berlangsung lebih cepat dari biasanya.
Bursa hari Senin akan menjadi ujian lanjutan, apakah fase ex date memicu tekanan tambahan atau justru membuka peluang bargain hunting dari investor domestik.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.












