HeadlinePasarSaham

Saham ASSA Jadi Andalan, GOTO dan BUKA Diimbangi Rekomendasi Baru

101
saham assa jadi andalan, goto dan buka diimbangi rekomendasi baru kompres
Saham ASSA unggul di sektor teknologi dengan target harga Rp 1.000, sementara GOTO dan BUKA menghadapi tantangan profitabilitas. Simak rekomendasi lengkapnya di sini.

JAKARTA, BursaNusantara.com – Dalam lanskap sektor teknologi yang menghadapi tekanan dan peluang, Samuel Sekuritas Indonesia memberikan analisis mendalam yang menjadi perhatian investor.

Equity Research Associate Samuel Sekuritas, Fadhlan Banny Firmansyah, menyoroti pergeseran perilaku konsumen yang beralih dari insentif ke fungsi sebagai salah satu faktor utama yang memengaruhi dinamika pasar saham teknologi.

Menurut Fadhlan, tren ini berpotensi membantu peningkatan profitabilitas perusahaan teknologi melalui kenaikan take rate yang diproyeksikan mencapai 3,08%, naik 17,5 basis poin (bps) year-on-year (yoy).

Namun, laba perusahaan teknologi secara keseluruhan diperkirakan masih akan negatif dalam dua tahun mendatang akibat pelemahan daya beli masyarakat.

“Kondisi ini dapat membatasi perusahaan teknologi dalam memangkas biaya insentif pelanggan dan sales and marketing (S&M) secara signifikan,” jelas Fadhlan dalam risetnya.

Tantangan dan Peluang Sektor Teknologi

Pemangkasan insentif pelanggan serta biaya S&M, meskipun membantu menekan tingkat cash burn, memiliki konsekuensi tersendiri. Salah satunya adalah perlambatan pertumbuhan Gross Transaction Value (GTV) dan Total Processing Value (TPV).

Selain itu, penguatan dolar AS serta bencana eFisheries semakin memperburuk sentimen di sektor teknologi.

Namun, Fadhlan menambahkan, potensi penurunan suku bunga dapat menjadi angin segar bagi sektor teknologi. Kebijakan ini diperkirakan mampu memperbaiki sentimen pasar dan mendukung kinerja harga saham perusahaan teknologi ke depannya.

Rekomendasi Saham: ASSA Unggul di Tengah Ketidakpastian

Dari beberapa pilihan saham di sektor teknologi, Samuel Sekuritas menetapkan saham PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) sebagai pilihan utama dengan rekomendasi “buy” dan target harga Rp 1.000.

Perusahaan milik TP Rachmat ini menjalankan bisnis logistik berbasis teknologi melalui Anteraja, layanan pengiriman barang berbasis digital yang menjadi salah satu kontributor signifikan terhadap kinerja perusahaan.

Saham ASSA dinilai memiliki prospek cerah berkat penguatan fundamental dan ekspansi berkelanjutan. Pendekatan inovatif yang diterapkan oleh Anteraja dianggap mampu meningkatkan profitabilitas perusahaan di tengah tantangan sektor teknologi secara umum.

GOTO dan BUKA: Strategi Bertahan di Tengah Tekanan

Berbeda dengan ASSA, saham PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mendapatkan rekomendasi “hold” dengan target harga Rp 90. Sementara itu, saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) direkomendasikan untuk “sell” dengan target harga Rp 110.

Kedua saham ini menghadapi tantangan besar dalam menjaga margin kontribusi akibat tingginya biaya operasional dan tekanan pada daya beli masyarakat.

Fadhlan mencatat bahwa meskipun GOTO telah berupaya memangkas tingkat cash burn, pengurangan insentif pelanggan dan biaya S&M memengaruhi pertumbuhan GTV dan TPV.

Hal serupa dialami oleh Bukalapak, yang meskipun memiliki strategi diversifikasi, masih menghadapi kendala pada profitabilitas jangka pendek.

Saham BELI: Status Not Rated

Sementara itu, saham PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli tidak diberikan peringkat (not rated) oleh Samuel Sekuritas. Blibli, yang dikenal dengan bisnis e-commerce berbasis teknologi, masih membutuhkan evaluasi lebih lanjut terkait prospek kinerjanya.

Kesimpulan

Meskipun sektor teknologi menghadapi tantangan berat, beberapa saham tetap menawarkan peluang menarik. Saham ASSA menjadi pilihan unggulan berkat fundamental kuat dan inovasi yang berkelanjutan. Di sisi lain, GOTO dan BUKA menghadapi tekanan yang signifikan, sementara BELI masih dalam tahap evaluasi.

Investor disarankan untuk memantau dinamika sektor teknologi secara cermat, terutama terkait dengan kebijakan makroekonomi seperti potensi pemangkasan suku bunga yang dapat memengaruhi sentimen pasar. Dengan strategi investasi yang tepat, peluang profit tetap terbuka lebar di tengah ketidakpastian pasar.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version