PasarSaham

Saham Batu Bara 2024: Rapor Hijau, Tantangan 2025 Menanti

102
saham batu bara 2024 rapor hijau tantangan 2025 menanti thumb
Saham batu bara mayoritas catat kinerja positif di 2024. ADRO tetap unggul, didukung ADMR dan SIS. Apa rekomendasi dan target harga emiten ini untuk 2025?

Saham Batu Bara 2024: Rapor Hijau, Tantangan 2025 Menanti

JAKARTA, BursaNusantara.com – Tahun 2024 akan segera berakhir, membawa rapor kinerja saham perusahaan batu bara di Bursa Efek Indonesia (BEI). Sebagian besar saham emiten penghasil batu bara menunjukkan penguatan year-to-date (ytd), sementara beberapa lainnya melemah.

Kinerja Saham Raksasa Batu Bara
Berikut adalah saham-saham emiten batu bara dengan rapor hijau:

  1. Dian Swastatika Sentosa (DSSA): Rp 38.150 (395,4%)
  2. Bumi Resources (BUMI): Rp 116 (22,1%)
  3. Bukit Asam (PTBA): Rp 2.590 (2,3%)
  4. Bayan Resources (BYAN): Rp 20.350 (2%)
  5. Alamtri Resources Indonesia (ADRO): Rp 2.510 (0,8%)

Sementara itu, emiten berikut mencatat penurunan harga saham:

  1. Indika Energy (INDY): Rp 1.410 (-7,5%)
  2. Indo Tambangraya Megah (ITMG): Rp 25.300 (-4%)

Kinerja Keuangan dan Prospek Sektor
Laporan keuangan kuartal III-2024 menunjukkan pertumbuhan laba tahunan (yoy) untuk sejumlah emiten, termasuk ADRO, UNTR, BUMI, PTBA, dan ITMG. Analis Samuel Sekuritas, Farras Farhan, mengungkapkan bahwa peningkatan volume penjualan batu bara sebesar 8,7% yoy menjadi faktor utama penguatan laba.

“Selain itu, efisiensi biaya tunai memperkuat margin tunai menjadi 6,6%, sementara harga batu bara naik 2,8% qoq menjadi US$ 141,4 per ton pada kuartal III-2024,” jelasnya.

Meski begitu, harga batu bara diperkirakan turun menjadi US$ 125/ton pada 2025. Penurunan ini disebabkan oleh transisi energi global, meskipun ada peningkatan permintaan dari India yang mencapai 264,9 Mt (+9,7% yoy).

Rekomendasi dan Target Harga Saham
Dengan kinerja yang solid pada kuartal III-2024, Samuel Sekuritas menaikkan rekomendasi sektor batu bara menjadi overweight dari netral. Beberapa faktor pendorong meliputi reformasi royalti, manfaat mitra instansi pengelola (MIP) batu bara, dan cadangan kas yang kuat untuk pembayaran dividen.

ADRO menjadi pilihan utama dengan rekomendasi beli dan target harga Rp 3.400. Kontribusi margin tinggi dari ADMR dan SIS, serta potensi pendapatan dari smelter aluminium berkapasitas 1,5 Mtpa yang dijadwalkan beroperasi pada 2025, menjadi alasan utama.

Rekomendasi beli juga diberikan untuk UNTR, BUMI, PTBA, dan ITMG dengan target harga:

  • UNTR: Rp 30.850
  • BUMI: Rp 170
  • PTBA: Rp 3.200
  • ITMG: Rp 30.500

Kesimpulan
Meski mayoritas saham batu bara menunjukkan kinerja positif di 2024, tantangan besar menanti di 2025. Transisi energi global dan tekanan harga batu bara akan menjadi ujian bagi para emiten. Namun, strategi diversifikasi bisnis, seperti yang dilakukan ADRO, memberikan harapan positif bagi industri ini.

Saham Batu Bara 2024: Rapor Hijau, Tantangan 2025 Menanti

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version