Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Saham BBCA, BMRI, BRIS Diborong di Tengah Volatilitas

80
×

Saham BBCA, BMRI, BRIS Diborong di Tengah Volatilitas

Sebarkan artikel ini
Saham BBCA, BMRI, BRIS Diborong di Tengah Volatilitas
Saham BBCA, BMRI, BRIS direkomendasikan beli di tengah gejolak pasar. Valbury Sekuritas menilai sektor perbankan masih prospektif dengan target harga menarik.

Sektor Perbankan Masih Menarik, Ini Saham Pilihan Saat Volatilitas Tinggi

JAKARTA, BursaNusantara.com – Ketika volatilitas pasar meningkat, saham sektor perbankan tetap menjadi pusat perhatian pelaku pasar dengan sorotan tertuju pada IDX:BBCA, IDX:BMRI, IDX:BRIS, hingga IDX:BBRI.

Analis KB Valbury Sekuritas, Akhmad Nurcahyadi, mencermati bahwa kinerja bank besar tetap sejalan dengan panduan manajemen hingga April 2025.

Sponsor
Iklan

Pertumbuhan kredit BRI (BBRI) justru mencatat selisih paling besar terhadap target tahunannya, sementara BRIS dan BBNI masih sesuai jalur.

Namun BBCA dan BMRI tampil mencolok karena pertumbuhan kredit mereka jauh melampaui ekspektasi 2025.

Hal ini menunjukkan optimisme bahwa ekspansi kredit masih kuat, meski risiko tetap mengintai dari sisi profitabilitas dan efisiensi.

Kinerja NIM dan Profitabilitas Diukur Ketat

NIM BBCA bank-only per April 2025 berada di angka 5,6%, selisih tipis dari batas bawah target manajemen 5,7%.

Valbury menilai BBCA masih mampu mempertahankan margin di kisaran itu hingga akhir tahun.

Sebaliknya, bank-bank lain menunjukkan pelemahan karena pendekatan perhitungan berbasis bank only yang digunakan dalam riset.

Dalam perbandingan terhadap kuartal I-2025, gap profitabilitas yang mencolok tampak pada BBNI, BMRI, dan BRIS.

BTN justru menjadi kejutan dengan pencapaian NIM 3,6% di atas target 3,4%—mendorong optimisme tersendiri bagi investor konservatif.

BBRI dan BBCA juga berada di sisi atas panduan NIM masing-masing, menunjukkan ketahanan margin bunga mereka di tengah kondisi pasar yang menantang.

Rekomendasi Saham dan Target Harga Terbaru

Valbury Sekuritas mempertahankan pandangan overweight terhadap sektor perbankan secara keseluruhan.

BBCA, BMRI, dan BRIS ditetapkan sebagai top picks dalam sektor ini untuk jangka menengah.

Rekomendasi buy disematkan kepada ketiga saham tersebut dengan target harga BBCA Rp 12.510, BMRI Rp 6.240, dan BRIS Rp 3.670.

BBRI juga diberikan target harga di Rp 4.470, disusul BBNI di Rp 5.920, serta BBTN dengan target moderat Rp 1.530.

Pilihan ini didasarkan pada analisis fundamental dan ketahanan masing-masing bank menghadapi tekanan pasar saat ini.

Khusus BRIS, posisi strategis sebagai bank syariah nasional dianggap menjadi daya tarik jangka panjang seiring peningkatan literasi keuangan Islam.

Risiko Fundamental Masih Patut Diwaspadai

Risiko utama yang dapat mengganggu proyeksi optimistis ini adalah jika pertumbuhan kredit tidak sesuai harapan.

Likuiditas yang menipis dan daya tarik imbal hasil SRBI bisa membuat aliran dana ke sektor perbankan tersendat.

Stagnasi NIM, kenaikan biaya dana (CoF) dan biaya kredit (CoC) di atas perkiraan juga menjadi sorotan.

Dari sisi eksternal, kekhawatiran atas kualitas aset dan ketidakpastian global, termasuk perang dagang dan pelemahan ekonomi, menambah tekanan psikologis pasar.

Sikap pasif investor serta kehati-hatian dalam pembiayaan rumah (KPR) akibat melemahnya daya beli menjadi tantangan tambahan.

Namun bagi investor agresif, ketidakpastian ini justru membuka ruang akumulasi saham unggulan yang kini tengah terkoreksi.

Aktif memanfaatkan momentum saat ini bisa menjadi langkah tepat di tengah turbulensi pasar yang sedang berlangsung.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.