JAKARTA, BursaNusantara.com – OCBC Sekuritas melihat peluang besar di saham-saham blue chip Indonesia, terutama dua bank besar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), yang dinilai tengah berada pada posisi undervalued.
Dalam riset terbaru bertajuk prospek saham April 2025, OCBC menyebutkan bahwa saham-saham anggota indeks IDX30 dan MSCI, termasuk BBCA dan BBRI, saat ini sedang diperdagangkan di bawah nilai wajarnya.
Optimisme Terhadap IHSG dan Fundamental Ekonomi
OCBC Sekuritas menargetkan indeks harga saham gabungan (IHSG) akan menembus level 7.100 pada akhir 2025.
Prediksi ini didukung oleh ekspektasi pertumbuhan laba bersih per saham (EPS) sebesar 4,7% secara tahunan.
Menurut OCBC, meski IHSG sempat terkoreksi 9,06% menjadi 6.438 sejak awal tahun, potensi pemulihan masih terbuka lebar.
Tekanan berasal dari capital outflow asing yang mencapai Rp 49,5 triliun hingga pertengahan April 2025.
Namun demikian, kondisi makroekonomi Indonesia dianggap tetap tangguh.
Program belanja sosial seperti makan bergizi gratis (MBG), pembangunan tiga juta rumah, serta investasi melalui Danantara dan hilirisasi industri, dinilai akan menjadi penopang pertumbuhan ekonomi domestik.
Saham BBCA Dianggap Punya Fundamental Kuat
OCBC Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham BBCA dengan target harga Rp 12.000 per saham.
Target ini didasarkan pada pendekatan Gordon Growth Model (GGM), mencerminkan return on equity (ROE) sebesar 20,9% dan cost of equity sebesar 10%.
Saat ini, saham BBCA diperdagangkan pada price to earnings ratio (PER) 17,9 kali dan price to book value (PBV) 3,7 kali.
OCBC menilai kekuatan BBCA terletak pada likuiditas yang solid dan pertumbuhan kredit yang stabil, terutama seiring potensi pelonggaran kebijakan moneter ke depan.
Pendapatan berbasis komisi dan strategi penyaluran kredit yang hati-hati turut menopang kinerja bank swasta terbesar di Indonesia ini.
BBRI Tetap Direkomendasikan Buy dengan Potensi Kenaikan Signifikan
Sementara itu, OCBC juga tetap optimistis terhadap prospek saham BBRI.
Target harga saham BBRI dipatok sebesar Rp 5.000, jauh di atas harga penutupan terakhir di Rp 3.640.
Saham BBRI saat ini diperdagangkan dengan estimasi PER 2025 sebesar 9 kali dan PBV 1,8 kali.
Rekomendasi ini mempertimbangkan posisi strategis BBRI dalam penyaluran kredit sektor UMKM dan digitalisasi layanan yang terus berkembang.
Likuiditas yang sehat serta penetrasi pasar yang luas menjadikan BBRI tetap menarik di mata investor institusi dan ritel.
Dengan proyeksi pasar yang lebih cerah dan sentimen makro yang membaik, OCBC Sekuritas menilai bahwa saat ini adalah waktu yang tepat untuk mengakumulasi saham-saham unggulan tersebut.
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.











