PasarSaham

Saham BBCA Diborong Asing, IHSG Tembus Level 7.154

136
Saham BBCA Diborong Asing IHSG Tembus Level 7 154 KOMPRES
Setelah BBRI, giliran saham BBCA jadi incaran asing dengan net buy Rp 160,9 miliar. IHSG menguat ke 7.154,6 ditopang sektor konsumsi.

Setelah BBRI, Asing Kini Borong Saham BBCA

JAKARTA, BursaNusantara.com – Manuver investor asing di pasar modal Indonesia semakin menarik perhatian. Setelah sebelumnya mengincar saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), kali ini giliran saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) yang menjadi target pembelian masif.

Pada perdagangan Jumat (17/1/2025), investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 160,9 miliar pada saham BBCA. Angka ini menjadikan BBCA sebagai saham dengan pembelian bersih terbesar di pasar reguler hari itu. Selain BBCA, saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) juga menarik minat asing dengan net buy mencapai Rp 124,8 miliar.

Sementara itu, aksi jual bersih (net sell) asing terjadi pada saham BBRI senilai Rp 116,8 miliar. Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga dilepas asing dengan net sell sebesar Rp 63,6 miliar.

Meski demikian, secara keseluruhan, investor asing melanjutkan aksi net buy di seluruh pasar dengan total Rp 240,2 miliar. Hal ini berkontribusi mengurangi total net sell asing sepanjang tahun berjalan menjadi Rp 2,68 triliun.

Saham BBCA Diborong Asing, IHSG Tembus Level 7.154


IHSG Naik Tiga Hari Beruntun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada hari yang sama mencatatkan penguatan signifikan. IHSG ditutup naik 47,13 poin atau 0,66% ke level 7.154,6. Penguatan ini menjadi tren positif selama tiga hari berturut-turut, didorong oleh sentimen data ekonomi China yang optimis.

Sebanyak 240 saham mengalami kenaikan, 330 saham mengalami penurunan, dan 236 saham stagnan. Total nilai transaksi tercatat mencapai Rp 12,13 triliun dengan volume perdagangan 21,72 miliar saham. Frekuensi transaksi pada hari itu mencapai 1.328.103 kali.

Sektor saham yang mencatatkan penguatan terbesar adalah sektor barang konsumsi non-primer dengan kenaikan 2,1%. Diikuti oleh sektor properti (1,7%), teknologi (1,2%), energi (0,8%), dan perindustrian (0,1%). Sebaliknya, pelemahan terjadi pada sektor transportasi (-0,7%), kesehatan (-0,7%), barang baku (-0,4%), dan keuangan (-0,09%).


Saham ARA dan Potensi Cuan Pemodal

Selain pergerakan net buy asing, perhatian investor juga tertuju pada saham-saham yang menyentuh batas auto reject atas (ARA). Pada perdagangan Jumat, empat saham mencatatkan kenaikan signifikan:

  1. PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU): Melonjak 24,7% ke harga Rp 5.400.
  2. PT Indo Straits Tbk (PTIS): Melejit 24,3% ke harga Rp 286.
  3. PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR): Naik 24,2% ke harga Rp 256.
  4. PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK): Menguat 19,7% ke harga Rp 10.450.

Lonjakan harga saham ini memberikan potensi cuan besar bagi pemodal, terutama yang berhasil masuk pada harga sebelum penguatan.


Strategi Asing dan Sentimen Pasar

Manuver investor asing menunjukkan strategi pembelian selektif pada saham-saham unggulan. Saham BBCA dan TLKM dianggap memiliki fundamental kuat dan potensi pertumbuhan jangka panjang, sehingga menarik minat asing di tengah fluktuasi pasar.

Selain itu, penguatan IHSG juga ditopang oleh data ekonomi China yang menunjukkan pemulihan. Kondisi ini memberikan dampak positif pada pasar modal regional, termasuk Indonesia.


Aksi beli investor asing pada saham BBCA dan TLKM mencerminkan kepercayaan terhadap stabilitas ekonomi Indonesia. Meskipun beberapa saham seperti BBRI dan BREN dilepas, total net buy asing menunjukkan sentimen positif.

Dengan IHSG yang terus menguat dan saham-saham unggulan menjadi primadona, pasar modal Indonesia di awal tahun ini menunjukkan prospek cerah. Investor lokal maupun asing diharapkan terus mencermati pergerakan pasar untuk memanfaatkan peluang yang ada.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Grafik tidak tersedia karena JavaScript dinonaktifkan di browser Anda.
×

Selamat Datang

Masuk untuk komentar & diskusi.

Lupa Password?

Password dikirim ke email.

Exit mobile version