Geser Kebawah
HeadlinePasarSaham

Saham BBCA Dihantam Asing, Net Sell Capai Rekor Baru

123
×

Saham BBCA Dihantam Asing, Net Sell Capai Rekor Baru

Sebarkan artikel ini
saham bbca dihantam asing, net sell capai rekor baru kompres
Investor asing kembali mencatatkan net sell besar di saham BBCA hingga Rp 739,4 miliar. IHSG melemah dua hari berturut-turut, apa penyebabnya?

JAKARTA, BursaNusantara.com – Pada perdagangan Jumat (24/1/2025), investor asing kembali melakukan aksi jual besar-besaran di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Tercatat, nilai jual bersih (net sell) asing di seluruh pasar mencapai Rp 571,4 miliar. Angka ini menambah akumulasi net sell asing sepanjang tahun berjalan menjadi Rp 3,6 triliun.

Sponsor
Iklan

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi target utama aksi jual asing. Di pasar reguler, BBCA mencatat net sell terbesar dengan nilai mencapai Rp 739,4 miliar.

Saham ini mengalami tekanan bertubi-tubi, memperpanjang tren negatif yang telah berlangsung dalam beberapa waktu terakhir.

Selain BBCA, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) juga menjadi sasaran aksi jual asing dengan nilai net sell sebesar Rp 132,6 miliar.

Sebaliknya, di tengah tekanan jual, investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) pada saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 80,3 miliar.

Saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) juga mencatat net buy sebesar Rp 38,9 miliar, menunjukkan bahwa beberapa sektor masih menarik minat investor asing.

IHSG Anjlok Dua Hari Berturut-turut

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Jumat terkoreksi tajam, turun 66,58 poin atau 0,92% ke level 7.166. Pelemahan ini merupakan yang kedua kalinya secara beruntun dalam pekan ini.

Dari 810 saham yang diperdagangkan, sebanyak 213 saham mencatat kenaikan, 354 saham melemah, dan 243 saham stagnan.

Total nilai transaksi harian mencapai Rp 12,94 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 26,01 miliar saham. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.185.477 kali.

Seluruh sektor saham mayoritas mencatatkan pelemahan. Penurunan terdalam terjadi pada sektor teknologi yang turun 1,3%, diikuti sektor infrastruktur (-1,2%), sektor barang baku (-0,5%), sektor energi (-0,5%), dan sektor perindustrian (-0,4%).

Namun, sektor properti dan sektor barang konsumsi primer mencatat penguatan masing-masing sebesar 2,3% dan 0,8%.

Saham-Saham Cuan di Tengah Tekanan IHSG

Meskipun IHSG mengalami pelemahan, sejumlah saham berhasil mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk daftar top gainers. Saham PT Golden Flower Tbk (POLU) melesat 24,6% menjadi Rp 2.530, menyentuh batas auto reject atas (ARA). Saham PT Lion Metal Works Tbk (LION) juga naik tajam sebesar 24,5% menjadi Rp 660.

Kenaikan signifikan lainnya dicatatkan oleh PT Lini Imaji Kreasi Ekosistem Tbk (FUTR) yang melonjak 23,1% menjadi Rp 117, PT Homeco Victoria Makmur Tbk (LIVE) yang terdongkrak 18,7% menjadi Rp 222, dan PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) yang naik 17,1% menjadi Rp 890.

Dampak pada Pasar Regional

Pergerakan pasar saham regional Asia hari ini juga menunjukkan tren beragam. Indeks Shanghai (China) mencatat kenaikan sebesar 0,7%, sementara Hang Seng (Hong Kong) melompat 1,8%. Sebaliknya, indeks Straits Times (Singapura) terkoreksi tipis 0,06%, dan Nikkei (Jepang) turun 0,07%.

Analisis dan Prospek ke Depan

Aksi jual asing yang masif pada saham BBCA menunjukkan adanya perubahan sentimen terhadap saham sektor perbankan.

Faktor eksternal seperti potensi kenaikan suku bunga global dan tekanan makroekonomi menjadi alasan utama investor asing melakukan aksi jual besar-besaran.

Namun, peluang masih ada di sektor tertentu seperti properti dan barang konsumsi primer yang menunjukkan penguatan.

Investor domestik diharapkan dapat memanfaatkan koreksi ini untuk mengakumulasi saham-saham potensial dengan valuasi menarik.

Ikuti media sosial kami untuk update terbaru

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait saham, komoditas, kripto atau surat berharga lainnya. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. BursaNusantara.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.